SAN JOSE, KOMPAS.com — Pemerintah Spanyol tidak akan berunding dengan ETA menyusul dua serangan bom yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis Basque itu, Wakil PM Maria Teresa Fernandez de la Vega menegaskan, Senin (3/8).
"Kami dapat mengulangi ini sebanyak kali diperlukan—tidak ada, tidak akan ada pembicaraan dengan ETA," de la Vega mengatakan kepada wartawan, setelah pengeboman yang menyebabkan dua polisi tewas menjelang ulang tahun ke-50 ETA.
"Pintu ini telah ditutup dan pemerintah tidak siap untuk membukanya," ia mengatakan di Kosta Rika, tempat ia memulai lawatan ke Amerika Latin.
Menteri itu menanggapi laporan di media Spanyol Senin yang menyatakan bahwa pembicaraan telah berlangsung antara ETA dan pemerintah melalui para perantara.
Pada Kamis, dua polisi muda tewas ketika sebuah bom yang dipasang di bawah mobil patroli mereka meledak di tempat peristirahatan pantai Palmanova, di Pulau Majorca.
Kemudian, pada Rabu, sebuah bom mobil yang sangat besar meledak di luar sebuah barak Garda Sipil di Burgos, Spanyol utara, yang melukai 64 orang termasuk beberapa anak. Pemerintah Spanyol menuduh ETA atas kedua serangan itu.
Kelompok yang menandai ulang tahun ke-50-nya, Jumat, dipersalahkan karena kematian 828 orang dalam perangnya untuk memperoleh kemerdekaan tanah air Basque yang mencakup beberapa bagian Spanyol utara dan Perancis barat daya.
