KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Anggur Bergambar Peri Telanjang, Makin Dilarang Makin Dicari
Minggu, 2 Agustus 2009 | 12:55 WIB
Hahn Family Wines
Poster peri telanjang yang dilarang itu

MONTGOMERY, KOMPAS.com — Pelarangan penjualan anggur yang botolnya bergambar peri telanjang di Alabama, justru dijadikan kampanye marketing oleh penjual di California dengan kata-kata  "Banned in Bama" alias "Dilarang di Bama."

Sebelumnya Badan Pengendali Minuman Beralkohol Alabama melarang toko dan restoran menyajikan anggur merek Cycles Gladiator karena gambar telanjang itu. Menurut pejabat setempat, Bob Martin, gambar seni perempuan telanjang dengan sepeda terbang bergaya art nouveau itu menyalahi peraturan Alabama yang tidak memperbolehkan tayangan seseorang dalam pose tak bermoral. Namun, larangan tersebut justru membuat produk tersebut dicari.

Bill Leigon, presiden Hahn Family Wines di Soledad, Calif, yang memproduksi anggur itu mengatakan bahwa kunjungan ke situs perusahaan naik 10 kali lipat semenjak berita larangan diumumkan minggu lalu. Penelepon dari berbagai wilayah menanyakan di mana mereka bisa membeli anggur tersebut.

Karena banyaknya minat, Bill kemudian memasang spanduk iklan berbunyi "Banned in Bama" dan "Taste What They Can't Have in Alabama" atau "rasakan apa yang tidak bisa mereka dapatkan di Alabama." Ia yakin akan ada peningkatan penjualan yang luar biasa karena pelarangan itu.

Adapun label anggur tersebut ditiru dari poster iklan sepeda Cycles Gladiator Perancis tahun 1895. Diperlihatkan dalam iklan itu, seorang peri tanpa busana yang terbang bersama sepedanya.

Penulis: WSN   |     |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.