MAIDUGURI, KOMPAS.com — Sekitar 700 orang tewas di kota Maiduguri, Nigeria utara, setelah berlangsung bentrokan antara polisi dan sebuah kelompok garis keras Islam. Jumlah korban meninggal dunia semula diperkirakan sekitar 300 jiwa.
Seorang pejabat militer Nigeria, Kolonel Ben Ahanotu, menerangkan, pemakaman massal telah mulai dilakukan mengingat sejumlah jenazah membusuk di bawah terik matahari. Menurut Ahanotu, sebuah kompleks kelompok radikal Boko Haram yang dihancurkan pekan ini oleh pasukan pemerintah telah dijadikan sebagai salah satu lokasi pemakaman massal.
Sebagian besar wilayah Maiduguri tampak tenang meskipun aksi kekerasan sporadis terus berlangsung. Pertempuran juga melanda wilayah perkotaan sebelah utara Nigeria dan total jumlah korban tewas di wilayah ini belum diketahui.
Komisioner Polisi Borno Christopher Dega menjelaskan, kemungkinan Boko Haram kembali membentuk kekuatan baru. Kelompok radikal ini berjuang lewat aksi kekerasannya untuk memberlakukan hukum Islam di Nigeria. Pasukan Nigeria berhasil menewaskan pemimpin kelompok ini pada Kamis (30/7).
