Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:50 WIB
Kematian Jackson (Sementara) Tetap Bikin Penasaran
Josephus Primus | Sabtu, 1 Agustus 2009 | 13:03 WIB
|
Share:

AFP/KEVORK DJANSEZIAN/POOL
Michael Jackson dalam peti berlapis emas dibawa masuk ke tempat upacara penghormatan terakhir bagi Raja Pop ini, di Staples Center, Los Angeles, hari Selasa (7/7). Masih menjadi misteri di mana bintang pop yang meninggal dalam usia 50 tahun pada 25 Juni 2009 ini dimakamkan.

TERKAIT:

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Kantor koroner Los Angeles County untuk waktu tak tertentu telah menunda dikeluarkannya hasil otopsi Michael Jackson. Mestinya, kata beberapa pejabat, Jumat (31/7), hal itu dilakukan pekan ini.   

Penundaan tersebut terjadi di tengah tanda bahwa para penyidik polisi sedang berusaha memastikan peristiwa yang saling berkaitan antara dokter pribadi bintang musik pop itu, Conrad Murray, dan petugas profesional medis lain yang merawat Jackson dalam beberapa bulan sebelum kematiannya bulan lalu.
   
Kantor koroner memutuskan untuk menunda penyiaran laporan otopsi setelah beberapa pejabat dari Kantor Kejaksaan Los Angeles County District, Departemen Polisi Los Angeles, dan kantor koroner mengadakan pertemuan guna membahas kasus tersebut. Hal itu dikatakan asisten Kepala Kantor Koroner, Ed Winter. Winter mengatakan bahwa ia tak dapat mengatakan, kapan kasus kematian Raja Pop itu akan diumumkan.
   
Menurut Los Angeles Times, seorang petugas hukum yang mengetahui kegiatan penyelidikan tersebut mengatakan kepada surat kabar itu bahwa staf koroner meminta penundaan tersebut, tetapi tak ada kesepakatan dalam penyelidikan yang melibatkan banyak lembaga itu.
   
Catatan pengadilan menunjukkan para penyidik polisi sedang mencari bukti komunikasi antara Murray dan praktisi lain kesehatan.
   
Para penyidik menggeledah kantor dan rumah Murray di Las Vegas awal pekan ini, menyita surat elektronik, surat lain dan catatan antara ahli kardiologi itu, Jackson, dan dokter lain yang merawat sang penyanyi.
   
Pada hasil pemeriksaan toksiologi dari otopsi resmi terhadap mayat Jackson diperkirakan banyak pihak akan memperlihatkan bahwa Jackson mengonsumsi "profol", obat penenang keras yang biasa digunakan di rumah sakit untuk melakukan pembiuasan total.

Sumber :
Ant