MAIDUGURI, KOMPAS.com — Pemantau hak asasi manusia (HAM) internasional menyerukan adanya investigasi terhadap kematian pemimpin sekte militan Nigeria yang tewas dalam tahanan polisi.
Human Rights Watch yang berbasis di New York, Jumat (31/7), menyatakan, laporan bahwa Mohammed Yusuf (39) tertembak dan tewas 'sangat mencemaskan'. Yusuf tewas dalam tahanan polisi, Kamis malam, setelah selama empat hari tentara Nigeria memburu para ekstremis yang oleh sejumlah orang disebut sebagai Taliban Nigeria.
Sebelumnya, sejumlah wartawan melihat Yusuf ditahan di barak militer di Maiduguri di bagian utara Nigeria. Ia terlihat tidak punya bekas luka di tubuhnya. Yusuf dilaporkan tewas saat dipindahkan ke markas besar kepolisian di Maiduguri. "Dia telah tewas terbunuh. Anda boleh datang dan melihat sendiri mayatnya di Mabes Kepolisian," kata juru bicara kepolisian Nigeria, Isa Azare.
Sejak Minggu, anggota kelompok militan pimpinan Yusuf menyerang pos-pos polisi, rumah ibadah, penjara, dan gedung-gedung pemerintah. Mereka ingin menerapkan hukum Islam secara keras di negeri itu.
Yusuf, menurut laporan, ditemukan Kamis di sebuah kandang kambing di rumah saudara iparnya setelah tentara Nigeria menyisir basis kelompok itu di bagian utara Maiduguri pada hari Rabu. Kekacauan di Nigeria sepekan terakhir ini menewaskan sedikitnya 300 orang.
