Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:48 WIB
Pengembang Mulai Terapkan Bangunan Ramah Lingkungan
| Kamis, 30 Juli 2009 | 17:52 WIB
|
Share:

Kompas/Agus Susanto
Warga bermain sepak bola di tanah lapang yang masih tersisa di antara gedung bertingkat di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/8). Warga Jakarta semakin sulit mencari ruang terbuka hijau karena telah berubah menjadi lahan-lahan komersial untuk bisnis.

TERKAIT:

KOMPAS.com - Ancaman bahaya pemanasan global membuat sejumlah pengembang mulai sadar memperhatikan aspek lingkungan. Itu sebabnya, saat membangun proyek perkantoran, pengembang mulai menerapkan konsep hijau dan ramah lingkungan.

Ambil contoh, proyek gedung perkantoran Allianz Tower di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Sebagai pengembang, PT Medialand International menerapkan konsep ramah lingkungan serta hemat energi terhadap gedung berlantai 28 itu.

Arsitek gedung milik anak usaha Kompas Gramedia Grup ini, Budiman Hendropurnomo mengungkapkan, Allianz Tower memakai konsep bangunan Environmental Sustainable Design (ESD). Bentuk bangunan gedungnya pipih di sisi Timur dan Barat. “Ini bisa mengurangi cahaya panas serta sinar matahari langsung,” ungkapnya.

Tak cuma itu, di areal seluas 7.000 meter persegi ini, sang perancang bakal membuat sistem satu pendopo (basement) dengan ukuran yang minimalis. Dengan begitu, kompleks itu menyisakan hingga 70 persen areal untuk ruang terbuka hijau. Tujuannya, supaya bisa dipakai sebagai areal resapan air.

Selain itu, gedung ini bakal punya sistem daur ulang air hujan dan air kotor untuk mengurangi jumlah air yang dibuang ke saluran. Budi berharap, sekitar 80% dari air kotor yang didaur ulang bisa terpakai kembali. Misalnya untuk menyiram tanaman, sebagai air pembersih toilet, serta sebagai bahan baku pendingin ruang kerja berkat sistem water cooler air condition.

Grup Ciputra juga memasukkan konsep serupa di proyek Ciputra Multivision Tower di Kuningan. Managing Director Grup Ciputra, Harun Hajadi bilang, gedung ini memakai sistem double glassing. Artinya, sinar matahari bisa bebas masuk ruangan, tapi ruangan tetap bisa dingin. Perkantoran itu juga menerapkan sistem daur ulang air limbah serta menanam pepohonan. “Untuk membantu resapan air,” katanya.

Sedangkan PT Bakrieland Development sudah lebih dulu memakai konsep hijau saat mendirikan Bakrie Tower. Misalnya, konsep bangunan tipe belah ketupat. Jarak antar gedung tidak berjauhan. Tujuannya, agar tidak terkena panas langsung dan ruang di bawah tetap sejuk. “Semua bangunan kami memakai konsep go green,” ucap Presiden Direktur PT Bakrieland Development, Hiramsyah S. Thaib.

Konsep gedung hijau ini ternyata butuh pengorbanan. “Konsep ini butuh tambahan anggaran investasi antara 20%-30%,” kata Chief Bussiness Development Officer PT Procon Indah, pengelola gedung Allianz Tower. “Memang ada tambahan investasi sekitar 20%,” timpal Hiramsyah sambil mengangguk.

Sumber :
KONTAN
Advertorial
»
Selasa, 14/02/2012 13:42 WIB

Inggris Bebaskan Ulama Radikal

Selasa, 14/02/2012 11:46 WIB

Tanpa Aksi PBB, Kekerasan Suriah Meningkat