KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Terkait Kerusuhan, China Keluarkan Daftar 15 Buronan
Kamis, 30 Juli 2009 | 14:34 WIB
AFP/TOSHIFUMI KITAMURA
Pemimpin minoritas China Uighur, Rebiya Kadeer (kanan), yang juga Ketua Kongres Uighur Dunia, menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan Jepang yang menyambutnya ketika ia tiba di Bandara Narita, di luar kota Tokyo, Jepang, Selasa (28/7). Kunjungan Rebiya ini menyulut rasa kecewa Pemerintah China yang menganggap Rebiya sebagai seorang "kriminal".
TERKAIT:

BEIJING, KOMPAS.com — China mengeluarkan daftar 15 orang yang paling dicari di negeri itu yang diduga berperan besar dalam kerusuhan etnis di Xinjiang yang meledak awal bulan ini.

Kerusuhan, yang terjadi di wilayah barat Xinjiang antara warga minoritas suku Uighur dengan warga mayoritas suku Han, dilukiskan sebagai kerusuhan etnis terburuk di China dalam 10 tahun terakhir.  

Pemerintah China mengatakan, 197 orang tewas dan lebih dari 1.700 orang lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut. Aparat pemerintah menyebutkan, lebih dari 1.600 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu telah ditahan.

Kantor berita resmi Xinhua melaporkan, Biro Keamanan Publik Urumqi, Kamis (30/7), mengumumkan daftar nama dan foto dari 15 orang yang paling dicari. Semua buronan, kecuali satu, yang tercantum dalam daftar itu adalah nama-nama orang Uighur. Yang satu lagi nama orang dari suku Han.

Pengumuman itu mendesak para tersangka untuk menyerahkan diri. "Orang yang menyerahkan diri dalam waktu 10 hari akan mendapat toleransi. Orang yang tidak menyerahkan diri akan dituntut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," demikian antara lain isi pengumuman tersebut.

Kerusuhan itu meletus sejak 5 Juli di Urumqi, ibu kota wilayah Muslim Xinjiang, ketika polisi menghentikan sebuah protes penduduk berbahasa Turkic-Uighur. Oran-orang Uighur memecahkan jendela, membakar mobil, dan menyerang orang-orang dari suku Han, kelompok etnis terbesar di China. Dua hari kemudian, orang-orang Han turun ke jalan-jalan dan menyerang orang-orang Uighur.

Pemerintah China berulang kali menyatakan bahwa kerusuhan tersebut didalangi kaum separatis yang bekerja di dalam dan di luar negeri. Namun, Pemerintah China hanya punya sedikit bukti untuk mendukung tuduhan itu.

Penulis: EGP   |     |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.