BISHKEK, KOMPAS.com - Perhitungan sementara menunjukkan, calon presiden incumbent Kirgistan, Kurmanbek Bakiyev menang telak pada pilpres di negeri itu. Hingga Jumat (24/7), Bakiyev sudah mengantongi 90 persen suara.
Namun begitu, pesaing Bakiyev, Almazbek Atambayev menuding pilpres tersebut penuh kecurangan. "Ada rekayasa surat suara dan intimidasi terhadap pengawas pemilu," katanya.
Sementara, komisi pemilihan umum pusat menyatakan suara-suara tersebut sah.
Pemilih bergerak
Hingga Kamis malam, kelompok pendukung oposisi Atambayev berkumpul di kantor pusat kampanyenya untuk menyaksikan konser dan menyampaikan ketidakpuasan atas jalannya pemilu.
Sebagian besar mengatakan telah menyaksikan pelanggaran luas seperti sekelompok pemilih yang bergerak dari satu lokasi pemilihan ke lokasi lain.
Kerumunan ini bubar saat pemimpin kelompok oposisi meyakinkan mereka bahwa tindakan lanjut akan ditempuh beberapa hari mendatang.
Bakiyev - yang berkuasa empat tahun silam dengan dukungan kuat gerakan yang dikenal dengan nama Revolusi Tulip - menjanjikan dilangsungkannya pemilu yang jujur dan adil. Tapi, menurut para lawan politiknya pendukung mereka telah diancam.
Atambayev mengatakan terpaksa harus mngirim istri dan anaknya keluar dari negara itu akibat adanya intimidasi.
Dalam pemungutan suara Kamis, bentrok antara anggota oposisi dan pasukan pemerintah dilaporkan terjadi di utara kota Balykchi.

