SEOUL, KOMPAS.com-Di tengah ketegangan meningkat antara pemerintah Korea Utara dan Korea Selatan, rakyat Korut ternyata haus akan tayangan film dan opera sabun dari Korsel.
Barang selundupan berupa kaset video berisi film dan drama televisi opera sabun pun merebak di Korut.
Pemerintah Korut gencar melakukan operasi di kota-kota perbatasan untuk menghentikan masuknya barang dari Korsel. Pelaku penyelundupan atau pembelinya bisa dieksekusi mati di depan umum. Toh, rakyat Korut yang menggemari film dan serial drama TV seolah tak peduli. Demikian laporan Lembaga think tank, Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, Kamis (23/7).
Lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah Korsel itu menyebut, meskipun diancam hukuman berat, banyak rakyat Korut secara sembunyi-sembunyi menonton video selundupan. "Banyak pembelot mengaku secara sembunyi-sembunyi menonton film Korsel dan drama TV yang beredar luas di Korea Utara," kata laporan itu.
Bahkan pemimpin Korut Kim Jong Il yang terkenal sebagai penggemar film dilaporkan memiliki perpustakaan berisi 20.000 film. Ia dikabarkan menggemari film Korsel. Pada 2007, Presiden Korsel kala itu Roh Moo-hyun memberi hadiah kepada Kim berupa DVD, berisi film-film Korsel dalam pertemuan tingkat tinggi kedua negara. Hal itu diungkapkan mantan juru bicara Roh, Chun Ho-seon.

