Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:27 WIB
Din Syamsuddin Terima Utusan Khusus China
Imam Prihadiyoko | Kamis, 23 Juli 2009 | 21:25 WIB
|
Share:

AFP/PETER PARKS
Dua perempuan Uighur melihat barisan polisi antihuru-hara di sebuah permukiman etnis Uighur, di Urumqi, ibu kota Provinsi Xinjiang, China, Minggu (12/7).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Utusan khusus pemerintah rakyat China mengunjungi Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (23/7). Kunjugan itu selain ingin memberikan pejelasan tentang masalah kekerasan di Uighur, juga sebagai langkah awal untuk membina kerja sama baik dengan pemerintah China, maupun kerja sama antar masyarakat Muslim.

"Kepada saya dijelaskan bahwa peristiwa Uighur itu menurut dia merupakan peristiwa gerakan radikal yang separatis. Oleh karena itu tidak ada kaitan dengan etnis dan agama," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin yang menerima utusan khusus tersebut.

Din yang saat ini juga menjabat sebagai President World Islamic People Leaders mengatakan, dirinya mendengarkan penjelasan tersebut, menampungnya dan menanggapinya dengan rasa prihatin atas aksi kekerasan yang muncul.

"Kami melihat bukan masalah etnis ataupun agama tetapi ada dimensi keagamaan  karena di Provinsi Xinjiang tersebut juga banyak Muslimnya," ujar Din yang berharap agar penanganan yang dilakukan pemerintah rakyat China tetap memperhatikan HAM, kebebasan beragama dan juga hak-hak warga negara sipil.