KOLOMBO, KOMPAS.com — Wajah Sri Lanka yang karut-marut tertampar empat dekade perang saudara bakal pulih oleh upaya Angkatan Udara (AU) negeri itu membuka penerbangan domestik untuk pariwisata. Komandan Janaka Nanayakkara mengatakan, Rabu (29/7), pihaknya mengoperasikan pesawat untuk rute Kolombo menuju Jaffna di kawasan tanjung utara dan ke kawasan resor pantai Trincomalee di wilayah timur.
Tak cuma itu, AU juga mengoperasikan sebuah helikopter ke Sigiriya. UNESCO telah menetapkan Sigiraya yang merupakan benteng batu berusia lima abad sebagai pusaka peninggalan dunia. "Tahap awal, kami melayani tiga kali seminggu," kata Nanayakkara sembari menambahkan bahwa program tersebut bakal beroperasi dalam minggu ini.
Sebelumnya, pesawat dan helikopter AU Sri Lanka kerap menjadi langganan perlengkapan perang. Nah, di masa damai seperti saat ini, burung-burung besi itu tetap bermanfaat untuk mengatrol jumlah wisatawan ke negeri tersebut.

