JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah memprediksikan, investasi di Indonesia akan turun 50 persen pada 2009 ini. Namun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berpendapat lain. Kadin memperkirakan, iklim investasi di Indonesia pada tahun ini justru membaik. Namun, bagaimana iklim investasi Indonesia pascapengeboman dua hotel berbintang lima di Jakarta?
Wakil Ketua Umum Kadin Chris Kanter mengatakan tetap optimistis investor asing tetap akan melirik Indonesia. Keyakinan ini terbentuk dari pernyataan para investor tersebut kepada Kadin.
"Saat saya tanya kepada mereka, mereka menganggap ini masalah klasik. Mereka bilang tidak ada perubahan terkait rencana berinvestasi di negara kita. Justru mereka yang meyakinkan kami," ujar Chris seusai konferensi pers bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Ketua Kadin MS Hidayat, di Jakarta Media Crisis Center, Bellagio Mall, Jakarta, Selasa (21/7).
Jika belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, lanjut dia, faktor keamanan memberi pengaruh kecil dalam memengaruhi iklim investasi.
Ketua Kadin MS Hidayat sendiri tak menyangka investor menyikapi peristiwa pengeboman ini secara positif sehingga turut memengaruhi kestabilan pasar uang dan ekspor. Meski demikian, peristiwa itu sedikit berpengaruh pada para pedagang ritel, wisatawan, dan tingkat hunian hotel.
Namun, Kadin tetap menyayangkan kejadian pengeboman tersebut. Sebab, pada dua bulan terakhir ini, Indonesia menjadi satu dari tiga negara yang sedang menjadi buah bibir para investor. Indonesia bersama China dan India sedang dilirik oleh investor asing di dunia. Kesempatan seperti ini, menurutnya, sangat jarang dan sangat disayangkan jika Indonesia keluar dari lingkaran tersebut.

