Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:45 WIB
Dubes Rumania Percaya Indonesia Aman
I Made Asdhiana | Jumat, 17 Juli 2009 | 15:55 WIB
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS.com - Duta Besar (Dubes) Rumania percaya dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh petugas keamanan Indonesia. "Saya yakin dan percaya dengan jaminan keamanan Indonesia," kata Duta Besar Rumania, Georghe Vilcun di Ungaran, Jumat (17/7).

Georghe Vilcun adalah salah satu dari 16 perwakilan dubes negara asing perserta "Borobudur International Festival 2009" dan "Diplomatic Tour" yang hari ini akan mengunjungi beberapa tempat wisata dan wisata di Jawa Tengah. Sebanyak 16 perserta rombongan tersebut berasal dari Rumania, Afganistan, Bosnia, Bulgaria, Portugal, Kroasia, Lebanaon, Arab Saudi, Suriname, Somalia, Brunei Darussalam, Polandia dan Kamboja.

Georghe mengatakan, petugas keamanan pasti bisa mengontrol dan membuat keputusan terbaik soal pengamanan di Indonesia. "Petugas keamanan sudah menjamin keamanan perjalanan kami, jadi kami tidak khawatir," katanya.

Ia menyatakan, sudah mendengar terkait adanya peledakan yang hari ini terjadi di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, pagi tadi.

Protokoler Kabupaten Semarang, Mashudi mengatakan, sebanyak 16 duta besar peserta BIF dari negara asing dan rombongan hari ini mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa Kabupaten Semarang. "Mereka melanjutkan perjalanan ke Susan Spa di Bandungan, Pabrik Sido Muncul dan ke Kawasan Kota Lama dan Kuil Sampo Kong di Kota Semarang," katanya.

Di Museum Kereta Api rombongan disambut Pemerintah Kabupaten Semarang dengan kesenian daerah Kuda Lumping dan dilanjutkan acara penyambutan. Mereka juga menyaksikan stan yang berisi produk lokal Kabupaten Semarang, diantaranya, alat kerajinan berbahan baku pohon pisang, rotan dan bambu.

Selain itu, pemkab juga menyuguhkan makanan dan buah produksi lokal dan peserta rombongan dubes diberi oleh-oleh Batik Gemawang. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain, rombongan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bedono terlebih dahulu dengan menggunakan kereta api kuno buatan Jerman dan berbahan bakar kayu jati.

Sumber :
Antara