Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:44 WIB
PM Aso "di Ujung Tanduk"
| Jumat, 17 Juli 2009 | 07:38 WIB
|
Share:

TOKYO, KOMPAS.com-Posisi Perdana Menteri Jepang Taro Aso di ujung tanduk setelah muncul gejala pemberontakan di tubuh Partai Demokratik Liberal.

Sebanyak 133 anggota parlemen dan pejabat partai, Kamis (16/7), menuntut digelar rapat untuk menentukan nasib Aso menjelang pemilu Agustus.

Tuntutan ke-133 anggota Partai Demokratik Liberal (LDP) untuk rapat itu serius, itu ditunjukkan dengan pengumpulan tanda tangan. Namun, sampai saat ini belum terungkap rencana meminta Aso untuk mengundurkan diri. Dari ke-133 anggota LDP itu dua di antaranya Menteri Keuangan Kaoru Yosano serta Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Shigeru Ishiba.

Petisi berisi tanda tangan anggota LDP itu dikumpulkan salah seorang anggota parlemen senior LDP, Hidenao Nakagawa. Ia meminta Aso ”membuat keputusan yang bijak”.

Menurut aturan partai, LDP harus segera menggelar pertemuan dalam waktu satu pekan jika lebih dari sepertiga anggota LDP menghendaki rapat itu. Namun, hingga kini belum jelas apakah pertemuan itu akan terselenggara atau tidak karena Aso berencana membubarkan majelis rendah di parlemen, Selasa mendatang. Jika dibubarkan, anggota LDP di parlemen tak lagi memiliki otoritas meminta rapat.

”Saya sudah bicara kepada PM bahwa LDP bisa hancur saat pemilu jika kita diam saja,” kata Yosano, Rabu malam.

Harian Yomiuri Shimbun melaporkan Yosano juga mendorong Aso agar bersedia mengundurkan diri secara suka rela. Akan tetapi, Yosano membantah laporan itu.

Mengenai tuntutan menggelar rapat, Aso menunjukkan indikasi bersedia menerima tuntutan itu. ”Saya tidak akan melarikan diri. Jika itu menjadi keputusan bulat, saya pasti akan hadir,” sebut kantor berita Jiji Press mengutip pernyataan dari Ketua Kabinet Takeo Kawamura.

Setelah setengah abad berkuasa, LDP terancam tersingkir dari kekuasaan pada pemilu Agustus mendatang. Semakin banyak rakyat Jepang yang memilih oposisi karena kecewa dengan kesalahan Aso dalam menangani persoalan ekonomi dan kebijakannya yang kerap berubah. Padahal Aso yang menggantikan Junichiro Koizumi itu bertekad membangkitkan kejayaan LDP. ”PM sudah tidak punya rasa malu,” kata sesepuh di LDP, Tsutomu Takebe.

Tidak percaya

Jajak pendapat yang paling baru dari Jiji Press menunjukkan dukungan publik untuk kabinet Aso merosot hingga hanya 16 persen (menurun 8 persen dari jajak pendapat bulan lalu). Tingkat dukungan itu menjadi yang paling rendah sejak Aso mulai berkuasa awal September lalu.

Sebaliknya, jumlah dukungan untuk oposisi (Partai Demokrat Jepang) meningkat menjadi 19 persen. Survei Jiji Press dilakukan melalui telepon terhadap 2.000 responden selama empat hari. Dalam jajak pendapat di harian Yomiuri Shimbun ditemukan dukungan untuk Aso 19 persen. (REUTERS/AFP/LUK)

Sumber :
Kompas Cetak