Urumqi, Rabu
Kedubes China di Aljazair di situs internetnya mengimbau warga dan organisasi China untuk lebih sadar akan tindakan pengamanan ”karena situasi setelah insiden 5 Juli di Urumqi”.
Peringatan itu dikeluarkan setelah perusahaan konsultan keamanan Stirling Assynt yang berbasis di London mengungkapkan dalam sebuah laporannya bahwa sebuah cabang Al Qaeda bertekad membalas dendam kematian orang-orang Muslim Uighur yang tewas di Xinjiang dengan sasaran para pekerja China di Afrika utara.
Seruan itu datang dari Al Qaeda di Magribi, isi laporan Stirling. Ini adalah untuk yang pertama kalinya jaringan Osama bin Laden secara langsung mengungkapkan ancaman kepada China atau kepentingannya.
Ratusan ribu orang China bekerja di Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk 50.000 orang di antaranya bekerja di Aljazair, kata laporan itu.
Koran pemerintah, Harian China, hari Rabu memuat sebuah artikel di halaman depan mengumumkan pernyataan kedutaan besar dan melaporkan bahwa misi diplomatik China di Tunisia adalah untuk mempersiapkan rencana tindakan setelah peringatan Al Qaeda itu.
Seorang jubir Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China di Beijing kepada AFP mengatakan bahwa peringatan itu dikeluarkan Kedubes China di Algiers dan pemerintah belum mengeluarkan sebuah peringatan umum.
Jubir Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, hari Selasa mengatakan bahwa Beijing akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan lembaga dan orang China di luar negeri.
Seorang diplomat China di Kedubes Algiers, Shao, mengatakan kepada Reuters, ”Kami percaya bahwa keamanan telah banyak membaik di Aljazair dan kami akan mengandalkan aparat keamanan Aljazair untuk melindungi warga kami.”
Di Filipina, pemerintah setempat telah memerintahkan keamanan diperketat di sekitar Kedubes dan Konsulat China, kata Andres Caro, Kepala Direktorat Polisi Nasional Filipina.
Caro mengatakan, polisi Filipina telah meminta unit intelijennya untuk melakukan investigasi terhadap ancaman-ancaman yang ditujukan untuk kepentingan China, setelah Liu Zhongxiang, atase pertahanan China di Manila, meminta bantuan polisi guna menjaga kantor-kantor kedubes dan konsulat.
”Ada informasi bahwa teroris lokal yang berhubungan dengan pendukung/teroris China merencanakan memulai serangan terhadap kedubes-kedubes China di sejumlah negara,” kata Caro, mengutip sebuah surat yang dikirim Liu.
Keamanan masih ketat di kawasan-kawasan etnis Uighur di Urumqi, ibu kota Xinjiang, Rabu. Kantor berita resmi Xinhua mengatakan bahwa menurut catatan terakhir, jumlah korban yang tewas dalam kerusuhan Urumqi 5 Juli itu sampai Rabu mencapai 192 orang. Angka korban sebelumnya 184 jiwa.
Organisasi-organisasi Uighur di pengasingan mengatakan, mereka menentang semua bentuk kekerasan dan mengecam ancaman Al Qaeda itu.(Reuters/AFP/AP/DI)

