MOSKWA, KOMPAS.com — Seorang aktivis hak asasi ternama Rusia yang diculik di Chechnya pada Rabu (15/7) ditemukan tewas di daerah hutan di sebuah republik berdekatan. Hal itu dikatakan Kementerian Dalam Negeri Chechnya. "Mayat itu memiliki dua luka di kepala, jelas bahwa ia dibunuh pada pagi hari," kata Madina Khadziyeva, seorang juru bicara di kementerian itu kepada Reuters.
Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai luka-luka perempuan tersebut.
Mayat Natalia Estemirova, yang diculik pagi hari di daerah asalnya, Chechnya, ditemukan di republik tetangga, Ingushetia, di dekat kota Nazran. Demikian dikatakannya.
Estemirova didorong masuk ke dalam sebuah mobil putih oleh sejumlah penyerang ketika ia berangkat kerja pukul 08.30 waktu setempat (pukul 11.30 WIB). Hal itu dikatakan Yekaterina Sokiryanskaya, rekan kerjanya di organisasi Rusia Memorial.
Kelompok HAM yang berpusat di New York, Human Rights Watch (HRW), mengatakan, Estemirova diculik karena ia mengerjakan kasus-kasus "sangat sensitif" mengenai pelanggaran HAM di Chechnya.


