GHAZNI, AFGANISTAN, KOMPAS.com - Dua warga sipil dan seorang polisi tewas di Afganistan, Rabu (15/7), kata pihak berwenang, di tengah meningkatnya kekerasan gerilya beberapa pekan menjelang pemilihan umum presiden.
Kedua warga sipil itu tewas ketika sebuah bom improvisasi yang dipasang di sepeda yang ditinggalkan diledakkan dari jarak jauh di dekat konvoi truk yang memasok perbekalan untuk pasukan asing di kota Ghazni, sebelah selatan Kabul, kata polisi.
Seseorang yang sedang lewat juga terluka dalam ledakan itu, kata kepala kepolisian provinsi itu Khyal Baz Sherzai. Ia menuduh Taliban bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dalam insiden lain seorang polisi tewas ketika sedang menjinakkan sebuah bom pinggir jalan di Kandahar, kota lain yang dilanda kekerasan di wilayah selatan, kata kementerian dalam negeri dan polisi setempat. "Ia sedang berusaha menjinakkan bom. Itu adalah bom Taliban," kata seorang polisi lokal.
Sementara itu, kementerian pertahanan mengatakan, pasukan membunuh dua gerilyawan dalam tembak-menembak di penjuru lain Ghazni. Bentrokan terjadi setelah kelompok militan menyerang pasukan yang berpatroli di daerah tersebut.

