CANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memperingatkan China mempertaruhkan kepentingan ekonominya dalam kasus tuduhan spionase terhadap seorang eksekutif perusahaan tambang di negeri itu. Rudd, Rabu (15/7), mengatakan, persoalan ini mendapat sorotan luas dari dunia.
Rudd tengah berada di bawah tekanan di Australia agar bersikap lebih keras terhadap China, untuk melindungi warganya yang kini ditahan di China, Stern Hu.
Sementara itu, China mengatakan mengantongi bukti bahwa Hu telah melakukan kegiatan mata-mata, penyuapan, dan pencurian rahasia negara dalam penyelidikan sebuah kasus industri logam. China adalah mitra dagang terbesar Australia.
"Australia tentu saja punya banyak kepentingan ekonomi dengan China, namun saya juga ingin mengingatkan kawan kami di China bahwa mereka juga punya kepentingan ekonomi besar dalam hubungannya dengan Australia dan dengan mitra dagangnya di seluruh dunia," kata Rudd dalam sebuah konferensi pers.
"Sejumlah pemerintah asing dan perusahaan akan melihat situasi ini dengan rasa ingin tahu, dan akan mengambil kesimpulan bagaimana situasi ini berjalan," tambah Rudd.
Tekanan domestik
PM Rudd mengatakan kepada media di Australia bahwa pemerintahnya sudah mengirim 20 utusan sejak China menahan Hu di Shanghai pada 5 Juli lalu, sambil menambahkan bahwa pemerintahnya mengerahkan "semua tingkat konsul dan utusan diplomatik untuk mendukung kepentingan Hu."
"Situasinya 'sangat kompleks' untuk diselesaikan," kata Rudd.
"Kami mengupayakan hubungan lebih luas dengan pemerintah China, bersamaan dengan upaya menyatukan kepentingan kami," tambahnya.
Komentar di sejumlah media harian dan kelompok oposisi Australia umumnya mengkritik Rudd karena dianggap gagal membela kepentingan Australia. Kelompok ini menggunakan keahlian Rudd yang dikenal luas fasih bicara bahasa China dan kemampuan diplomasinya sebagai alat untuk menyerang, dengan mengatakan keahlian ini justru membuat Rudd menurut pada kekuatan China.
Pegawai perusahaan tambang milik Inggris-Amerika yang berkantor di Shanghai Rio Tinto, termasuk warga Australia Stern Hu, eksekutif penjualan Rio untuk komoditas bijih besi di sana, dituduh melakukan pencurian rahasia negara dari perusahaan pengolahan bijih besi China.
China memperluas investigasinya ke dalam cara kerja industri ini dengan memeriksa para eksekutif pada perusahaan tambang milik negara China beberapa hari belakangan.
Sejumlah laporan menunjukkan kasus spionase ini akan memperumit upaya pembicaraan antara China dan pemasok bijih besi di seluruh dunia.

