SWAT, KOMPAS.com — Baru sejumlah kecil pengungsi, yang menyelamatkan diri serangan militer terhadap Taliban di Lembah Swat, Pakistan, dilaporkan menerima tawaran pemerintah untuk meninggalkan kamp pengungsi dan selanjutnya kembali ke rumah mereka.
Pada hari pertama operasi besar-besaran untuk membuka jalan-jalan ke Lembah Swat dan daerah-daerah sekitarnya, Senin (13/7), sejumlah laporan menyebutkan hanya beberapa ratus orang yang naik bus dengan tujuan kawasan itu.
Sekitar 200 orang yang ditampung di kamp-kamp distrik Nowshera bersiap untuk pulang dalam tahap pertama. Hari Selasa, 800 keluarga akan dikirim kembali ke Swat. Hal itu dikatakan para pejabat.
Beberapa saksi mata di kawasan pengungsian mengatakan, orang-orang ingin kembali ke kampung halaman mereka akibat cuaca sangat panas yang mereka alami di kamp sementara.
PBB menekankan, para pengungsi harus pulang secara sukarela.
Sebagian pengungsi yang tinggal di kamp-kamp pemerintah menyatakan khawatir akan masalah keamanan dan bantuan yang dijanjkan.
Namun, mereka, yang mengambil tawaran pemerintah, tak henti menyatakan terima kasihnya, seperti dikatakan Sher Zaman Khan.
"Kami berterima kasih, mereka telah bisa mengirim kami pulang dan yang kami inginkan hanyalah perdamaian di negeri ini. Perdamaian adalah prioritas utama kami," katanya.
Lebih dari dua juta orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka akibat pertempuran antara milisi Taliban dan pasukan Pemerintah Pakistan.


