MATARAM, KOMPAS.com - VA (37 tahun), seorang perempuan instruktur selam di obyek wisata Gili Terawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, diduga terserang virus H1N1. Selain ditemukan adanya gejala klinis awal, ekspatriat asal Perancis itu juga mengaku pernah bepergian ke Thailand pekan lalu.
"Kami belum memastikan yang bersangkutan negatif atau positif, karena baru sebatas dugaan (suspect). Yang jelas yang bersangkutan kini dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Mataram," kata dr Agus Wijaya, Direktur RSU Mataram, Senin (13/7) di Mataram.
Menurut Rudy Syarif, Humas RSU Mataram, VA seminggu lalu pergi ke Thailand. Dari Negeri Thailand VA kembali ke Indonesia menumpang pesawat dan singgah di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Di sini VA mengaku sakit flu, namun penyakitnya sembuh setelah minum obat. Perjalanan ke Lombok ditempuh dengan kapal feri dari Padangbai, Bali.
Setelah lima hari di Gili Terawangan, Minggu (12/7) malam, VA mengaku badannya panas dan pilek, kemudian langsung memeriksakan kesehatannya ke dokter di Mataram. Sempat diinapkan sementara di Rumah Sakit Islam Mataram, namun karena suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius, atau di atas normal 36-37 derajat Celcius, VA akhirnya dirujuk ke RSU Mataram, Minggu malam pukul 22.45 wita.
Hingga Senin siang, suhu tubuh VA cenderung menurun menjadi 36 derajat Celcius, kata Rudy Syarif. Namun kepastian VA terserang H1N1, belum bisa diungkap, mengingat sample darah dan riaknya masih dalam proses uji laboratorium, dan hasilnya baru diketahui tujuh hari kemudian.
Sekitar sebulan lalu, S, seorang Tenaga Kerja Indonesia asal Desa Labuhan Haji, Lombok Timur, yang baru pulang dari Malaysia, sempat masuk ruang isolasi RSU Mataram. Saat melewati alat pemindai suhu tubuh (thermo scan) di Pintu Kedatangan Bandara Selaparang, suhu tubuh S melebihi normal. Namun seminggu menjalani rawat-inap di RSU Mataram, S dinyatakan negatif H1N1.

