DENPASAR, KOMPAS.com — RSUP Sanglah Denpasar, Bali, akan memasang alat perekam gambar (CCTV) di ruang isolasi Nusa Indah untuk mengawasi keadaan pasien suspect H1N1 atau flu babi yang tengah menjalani perawatan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah I Gusti Lanang Suartana menyatakan hal itu di Denpasar, Minggu (12/7). Menurutnya, pemasangan CCTV, selain sebagai alat antisipasi penularan H1N1 dari pasien kepada orang-orang terdekatnya termasuk dokter dan perawat, juga untuk mengawasi agar pasien tidak kabur dari ruangan.
"Kemungkinan tertular bisa saja terjadi terhadap orang-orang yang terdekat, termasuk kami di sini dan juga rekan-rekan wartawan yang datang melakukan peliputan," ujar Suartana.
Suartana menyatakan, walaupun dokter dan perawat sudah memakai pakaian pengaman saat menjalankan tugas melayani pasien H1N1, mereka tetap mempunyai potensi tertular.
Dia juga menerangkan, pihak rumah sakit akan memasang alat CCTV di seluruh ruangan isolasi Nusa Indah, tetapi jumlahnya belum diketahui. "Rumah sakit tengah menyiapkan peralatan dan tenaga teknisnya. Dalam waktu dekat, saya yakin alatnya sudah terpasang," ujarnya.
Hingga hari ini, kata dia, pihaknya masih merawat seorang pasien positif flu babi asal Selandia Baru, Richard Lochner (40), dan dua pasien yang suspect H1N1, yakni Michael Partin (19) asal Amerika Serikat (AS) dan seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Jakarta berinisial RI (33).
Dua pasien terakhir ini dirujuk dari rumah sakit swasta di kawasan Kuta pada waktu yang hampir bersamaan, Jumat. "Keduanya diantar mobil ambulans ke IRD Sanglah, selanjutnya kami langsung rawat di ruang isolasi karena ada dugaan keduanya mengalami gejala suspect H1N1," ujarnya.
Suartana mengimbau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran H1N1 karena bisa saja terjadi pada kawasan wisata yang banyak dikunjungi tamu asing yang tengah berlibur. "Masyarakat lokal bisa saja tertular saat berbaur dengan tamu asing di obyek wisata, dan hal ini mestinya diwaspadai," harapnya.

