Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:17 WIB
RSUP Sanglah Rawat Empat Pasien Terduga Influenza A-H1N1
Robertus Benny Dwi K. | Sabtu, 11 Juli 2009 | 19:08 WIB
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com-Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar hingga Sabtu (11/7) masih merawat intensif empat pasien terduga influenza A-H1N1.

Dari empat pasien itu, satu pasien adalah warga negara Indonesia, sementara tiga lainnya WN asing.

Pasien terakhir yang dirawat adalah SC (28), asal Australia. Ia dilarikan ke Sanglah kemarin sekitar pukul 14.30 Wita. Ia menunjukkan gejala influenza like illness (ILI) seperti demam tinggi, pilek, disertai batuk dan sakit tenggorokan. Ia langsung dilarikan ke ruang Nusa Indah, tempat tiga pasien lain dirawat.

Tiga pasien itu adalah RI (33), wisatawan asal Jakarta, MP (19) WN Amerika Serikat, serta pasien asal New Zealand, RL (40). Pasien RI adalah pasien lokal pertama dengan status terduga yang pernah dirawat di RSUP Sanglah. Ia dilarikan ke Sanglah Jumat lalu, selang satu jam setelah MP tiba di Sanglah.

Pasien MP dan SC diketahui sudah berada di Bali empat hari. Mereka tidak terdeteksi alat thermal scanner maupun body cleaner di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar. Sementara RL adalah pasien terduga yang sempat kabur dari Nusa Indah dengan cara melompat tembok di bagian belakang ruang isolasi, Rabu lalu.

Kepala Bagian Perawatan Medik RSUP Sanglah, dr Lanang Suartana meng ungkapkan pasien RI sempat diobservasi secara intensif di instalasi IRD RSUP Sanglah beberapa jam. Ia akhirnya dilarikan ke ruang Nusa Indah karena menunjukkan gejala ILI. Pasien itu mengaku tidak bepergian ke luar negeri sebelum ke Bali. Selama di Bali, ia sudah menghabiskan waktu di beberapa tempat wisata di Bali, seperti kawasan Nusa Dua dan Kuta.

Kepala Dinas Kesehatan Bali, Nyoman Sutedja menyatakan tidak mau berspekulasi perihal sudah menyebarnya virus influenza A-H1N1 di Bali. Sebab, selain seluruh pasien masih berstatus terduga, khusus pasien WN asing memang tidak terdeteksi alat pengukur suhu tubuh maupun pembersih tubuh di Ngurah Rai.

"Patokannya memang adanya gejala ILI pada pasien dan mereka berasal dari daerah terpapar, sehingga kami nyatakan terduga flu A-H1N1. Tidak ada bukti kuat virus sudah menyebar di Bali," kata Sutedja.