ACCRA, KOMPAS.com — Presiden Amerika Barack Obama menerima ribuan layanan pesan singkat (SMS) setelah meminta warga mengirim pertanyaan sebelum kunjungannya ke Ghana akhir pekan ini.
Obama akan menjawab sejumlah pertanyaan dari SMS itu—yang dipilih oleh wartawan asal Senegal, Kenya, dan Afrika Selatan. Gedung Putih mengatakan langkah ini didukung dan juga dikritik.
Sebelum melakukan kunjungan pertama ke Afrika sub-Sahara sebagai Presiden Amerika, Obama memperingatkan benua itu bahwa tidak akan ada investasi tanpa ada pemerintahan yang baik.
Penasihat media presiden, Macon Phillips mengatakan, SMS ini diharapkan sebagai bagian dari "pembicaraan benua". Phillips mengatakan, warga bisa mengirim SMS apa pun—pertanyaan, kritik atau komentar umum.
"Yang kami bisa lakukan adalah melihat semua SMS itu dan mencari tren atau isu yang populer dan ini membuat kami lebih mengerti apa yang dipikirkan oleh warga," ujarnya. "Ada nilai lebih dari sekadar pertanyaan dan jawaban—ini adalah cara lain bagi kami untuk mengetahui suasana di lapangan."
Untuk tempat lain, nomornya adalah 61418601934 dan 45609910343. Gedung Putih juga telah membuat akun Twitter.
Keputusan Obama berkunjung ke Ghana ini membuat sejumlah pihak di Nigeria kesal karena negara itu adalah yang berpenduduk paling padat di Afrika.
Wartawan BBC di Nigeria mengatakan, kelompok oposisi memandangnya sebagai penilaian Amerika terhadap keadaan demokrasi negara itu.
Ketua komite hubungan luar negeri Nigeria, Jibril Aminu, mengatakan, jika Obama prihatin dengan negara itu seharusnya dia mengemukakannya di Nigeria. "Tidak ada niat baik," ujarnya. "Jika dia berniat mengirim satu pesan, menurut saya dia telah gagal."
Namun, pemenang hadiah Nobel Perdamaian dari Nigeria Wole Soyinka memuji "keputusan bijak Obama" untuk menghindari Nigeria dengan mengatakan negara itu seharusnya dijauhi karena pelanggaran atas prinsip-prinsip demokrasi yang terjadi.

