Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:10 WIB
Honduras
Zelaya dan Micheletti Bertemu di Kosta Rika
| Jumat, 10 Juli 2009 | 03:26 WIB
|
Share:

San Jose, Kamis - Presiden Honduras yang digulingkan, Manuel Zelaya, hari kamis akan memulai dua hari perundingan di San Jose, Kosta Rika. Perundingan berlangsung dengan orang yang menggantikan kedudukannya.

Perundingan antara Zelaya dan Roberto Micheletti dimediasi oleh Presiden Kosta Rika Oscar Arias, seorang pemenang Nobel Perdamaian, di rumahnya di San Jose, atas permintaan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton.

”Tampaknya ada keinginan dari kedua pihak untuk mencari sebuah penyelesaian yang dirundingkan melalui diplomasi, melalui dialog,” kata Arias hari Rabu (8/7), walau dia mengatakan dalam dua hari bisa dicapai solusi atau dalam dua bulan tidak ada solusi.

Namun, baik Zelaya maupun Micheletti—yang dilantik Kongres hanya beberapa jam setelah Zelaya digulingkan dalam sebuah kudeta—telah memberikan pernyataan kepada publik yang bertentangan dengan pernyataan Arias. ”Kami tidak akan bernegosiasi, kami akan berbicara,” kata Micheletti hari Rabu.

Setibanya di Bandara San Jose hari Rabu malam, Zelaya mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan ”mendengarkan pemerintah de facto soal bagaimana mereka meninggalkan” (kekuasaan) dan keluar dalam waktu 24 jam.

Zelaya digulingkan militer dan diterbangkan keluar Honduras pada 28 Juni. Dia mengatakan, keberadaannya di Kosta Rika bukan untuk bernegosiasi. ”Karena dengan karena melakukan itu, akan seperti mengundang dialog dengan seseorang yang melanggar keluarga Anda.”

Hari Rabu, Micheletti menyiratkan bahkan dia mungkin tidak akan menghadiri perundingan itu. Dia menambahkan, Honduras akan diwakili satu delegasi. Micheletti menolak untuk mengatakan apakah dia akan jadi bagian dari delegasi itu.

Dewan keamanan nasional pemerintah sementara Honduras bertemu Kamis dini hari. Mereka akan memutuskan apakah syarat-syarat keamanan bagi delegasi telah dipenuhi dalam perjalanan ke Kosta Rika itu.

Anggota Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), termasuk AS, telah mendukung dialog ini dengan harapan pembicaraan itu bisa memberi jalan keluar dari krisis yang meletus sejak digulingkannya Zelaya.

Arias, yang memenangkan Nobel Perdamaian 1987 karena karyanya bagi perdamaian di Amerika Tengah, tampaknya cukup memenuhi syarat.

”Diperlukan seorang mediator khusus. Dan untuk tujuan itu kami mendukung upaya Presiden Arias dari Kosta Rika untuk menjalankan peran penting ini,” kata Hillary.

Demonstrasi berlanjut

Aksi demonstrasi yang menuntut kembalinya Zelaya dan juga oleh pendukung Micheletti telah memenuhi jalan-jalan di Honduras pada hari-hari belakangan ini. Sejauh ini para pemimpin kudeta tidak memperlihatkan tanda-tanda menyerah.

Pendukung Zelaya mengatakan, kaum kaya Honduras mendukung pemberontakan militer. Kaum kaya Honduras tidak suka dengan kebijakan Zelaya, yang menyokong kaum miskin.

Namun, Micheletti mengatakan bahwa kudeta merupakan reaksi atas pelanggaran konstitusional yang dilakukan Zelaya. (AFP/AP/DI)