Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:50 WIB
Hillary: AS Serius Awasi Kerusuhan di Xinjiang
Jimmy Hitipeuw | Rabu, 8 Juli 2009 | 09:39 WIB
|
Share:

Seorang pria dari etnik Han membawa tongkat besi berpaku sambil menggunakan ponselnya untuk mengabadikan beberapa gambar saat ia bergabung dalam aksi sejumlah pria Han yang menyerang properti Uighur di Urumqi

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri AS Rodham Clinton mendesak pengekangan diri dari berbagai pihak dalam kerusuhan di China bagian barat. Dalam keterangannya ke beberapa wartawan di Washington, Hillary menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya aksi kekerasan etnik di wilayah Xinjiang yang terkenal kaya akan hasil alam minyaknya di China.

Hillary menjelaskan, AS sedang mencoba mencari solusi bagi kegentingan situasi di Xinjiang. Hillary menekankan, untuk sementara waktu hal yang perlu segera dituntaskan adalah mengakhiri aksi kekerasan.

Warga etnik mayoritas Han yang bersenjatakan pipa besi, pisau pemotong daging serta tongkat melancarkan serangan balasan untuk merespons kerusuhan yang dikobarkan warga etnik Uighur yang menewaskan 156 orang pada Minggu (5/7). Kemarahan warga Uighur itu dipicu oleh kematian beberapa pekerja yang tewas dalam pertikaian di kota Shaoguan, China bagian selatan.

Aksi kekerasan terbaru di ibu kota Xinjiang, Urumqi, berkobar pada Selasa, hanya beberapa jam setelah pejabat pemerintah setempat menjelaskan ke wartawan bahwa kondisi keamanan di jalan-jalan Urumqi kembali stabil menyusul kerusuhan Minggu.

Kembali meledaknya kerusuhan mengakibatkan Presiden Hu Jintao mempersingkat kunjungan ke KTT G-8 di Italia, Rabu (8/7). Hu Jintao segera bertolak kembali ke China untuk mencari solusi bagi aksi kekerasan terbaru.

Sumber :
AP