KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bom di Luar Katedral Sudah Tewaskan Lima Orang
Senin, 6 Juli 2009 | 03:05 WIB
SHUTTERSTOCK
TERKAIT:

COTABATO, KOMPAS.com - Sudah lima orang tewas dan sedikitnya 34 lain cedera dalam serangan bom yang diduga dilakukan gerilyawan Muslim di luar sebuah gereja Katolik di Filipina selatan yang dilanda kekerasan, Minggu (5/7), kata sejumlah pejabat.
      
Satu tersangka meninggalkan sebuah bom rakitan di luar Katedral Immaculate Conception di kota Cotabato yang meledak ketika jemaat meninggalkan gereja itu setelah misa pagi.
      
Gereja itu tidak rusak parah, sementara sebuah restoran di seberang jalan tampaknya mengalami kerusakan berat, kata beberapa saksi mata. Ahli-ahli peledak mencari petunjuk di antara puing-puing yang bernoda darah di jalan di luar gereja tersebut.
      
Polisi mengatakan, empat orang yang mencakup dua prajurit tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang lagi tewas akibat luka-lukanya di rumah sakit.
      
Banyak dari korban yang cedera adalah perempuan dan anak-anak, kata Froi Cordero, seorang pastor yang membantu membawa korban ke rumah sakit.
      
Presiden Gloria Arroyo memerintahkan pasukan keamanan menangkap mereka yang bertanggung jawab atas pengeboman itu secepat mungkin dan menjamin keamanan di kota yang berpenduduk sekitar 200.000 orang itu, kata jurubicaranya, Cerge Remonde.
      
Penasihat utama Arroyo untuk Filipina selatan, Jesus Dureza, menyebut pengeboman itu sebagai "aksi terorisme" dan "aksi gila pembunuhan". "Saya mengutuk insiden yang menyerang warga sipil tak berdosa ini," katanya.
      
Kepala kepolisian kota itu Inspektur Willie Dangane mengatakan, belum ada pihak yang mengklaim serangan itu namun ia mengkonfirmasi bahwa tersangka pengeboman ditangkap ketika ia berusaha membawa satu bom lain memasuki gereja tersebut.
      
Juru bicara militer regional Letkol Jonathan Ponce segera menyalahkan kelompok separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) atas pemboman itu. "Kelompok operasi khusus MILF mendalangi serangan ini," kata Ponce, dengan menambahkan bahwa MILF melancarkan serangan-serangan serupa dalam beberapa pekan terakhir ini.
      
Ia mengatakan, sebuah bom yang juga dituduhkan dipasang oleh MILF meledak di kota berdekatan Datu Piang pada Sabtu larut malam, mencederai tiga orang. "Mereka putus asa karena operasi militer," kata Ponce, yang menekankan bahwa serangan-serangan itu tampaknya bertujuan mengalihkan perhatian militer.
      
Militer menyatakan telah menerima laporan-laporan intelijen sebelumnya yang mengisyaratkan bahwa MILF akan melancarkan serangan-serangan bom di kota-kota besar di Mindanao, pulau utama wilayah selatan dimana kelompok itu berjuang untuk mendirikan negara Islam merdeka selama tiga dasawarsa terakhir.
      
Juru Bicara MILF Eid Kabalu membantah tuduhan militer itu dan mengatakan, serangan terhadap warga sipil bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. "Militer sudah menyalahkan kami bahkan sebelum penyelidikan atas pengeboman itu dilakukan," kata Kabalu melalui telefon dari Filipina selatan.
      
MILF yang berkekuatan 12.000 orang mengakhiri gencatan senjata lima tahun pada Agustus 2008, dengan melancarkan serangan-serangan mematikan terhadap sejumlah kota dan provinsi di Mindanao setelah pengadilan menolak perjanjian yang diusulkan dengan pemerintah yang akan memberi mereka kontrol atas sejumlah besar daerah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka.
      
Kekerasan yang terjadi setelah itu menewaskan hampir 300 warga sipil dan pihak yang berperang, sementara lebih dari sejuta orang kehilangan tempat tinggal.

Penulis: XVD   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.