
TEGUCIGALPA, KOMPAS.com - Presiden terguling Manuel Zelaya berusaha kembali ke Honduras, Minggu (12/7), sepekan setelah militer mendongkelnya, di tengah kekhawatiran mengenai bentrokan setelah para pemimpin kudeta mengancam menangkapnya bila ia pulang.
Organisasi Negara Amerika (OAS) membekukan keanggotaan Honduras pada Sabtu malam, dalam langkah pertama semacam itu sejak Kuba dikeluarkan pada 1962, karena kegagalan negara itu memulihkan lagi kekuasaan Zelaya.
Tidak jelas tempat pesawat Zelaya akan melakukan pendaratan, setelah para pemimpin sementara -- yang mengambil alih kekuasaan setelah pasukan mengirim Zelaya ke Costa Rica -- melarang pesawat pemimpin terguling itu mendarat.
Pasukan mengepung bandara utama di ibu kota, sementara perusahaan penerbangan internasional menghentikan operasi penerbangan. Ribuan pendukung Zel aya dari berbagai penjuru negeri itu juga bersiap-siap berkumpul di sana.
Di Washington, 33 dari 34 anggota OAS setuju membekukan keanggotaan Honduras dalam sidang luar biasa pada Sabtu larut malam. "Pemerintah de fakto di Tegucicalpa tidak mau memulihkan kekuasaan Zelaya," kata pemimpin OAS Jose Miguel Insulza pada sidang tersebut.
Anggota-anggota organisasi Amerika itu mengecam para pemimpin kudeta militer yang mendongkel Zolaya pada Minggu lalu pada puncak perselisihan dengan pengadilan, politikus, dan militer menyangkut rencana presiden itu mengubah konstitusi."Saya sangat optimistis karena setiap orang tidak mengakui dan menolak aksi ini," kata Zelaya di Washington, dengan menekankan bahwa negaranya berada "di bawah sebuah rejim teror".
Namun, para pemimpin sementara Honduras hingga Minggu tetap membangkang. &