Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 15:59 WIB
Hari Ini Zelaya Pulang
Josephus Primus | Minggu, 5 Juli 2009 | 08:11 WIB
|
Share:

CARACAS, KOMPAS.com — Presiden Honduras Manuel Zelaya, yang digulingkan, menegaskan kepada satu stasiun berita televisi di Caracas bahwa ia akan kembali ke negaranya pada Minggu (5/7), dan akan melakukannya dengan "beberapa presiden" negara sekutu.
   
"Saya sedang merencanakan kepulangan saya ke Honduras ... kami akan tiba di Bandara Internasional Tegucipalga, Honduras, dengan beberapa presiden, (dan) anggota organisasi internasional," Zelaya mengatakan kepada stasiun Telusur, yang bermarkas di Caracas.
   
"Minggu ini kami akan berada di Tegucipalga," ia menegaskan.
   
Zelaya, yang diusir Minggu (28/6) lalu oleh militer negaranya, telah meminta para pengikutnya untuk bergabung dengannya "tanpa senjata" pada saat kedatangannya di ibu kota Honduras itu.
   
Ia juga minta turunnya pemerintah sekarang ini yang merebut jabatannya, dan melukiskan pemerintah baru pimpinan presiden sementara Roberto Micheletti sebagai "pemuja kejahatan".
   
Ribuan pendukung dan penentang Zelaya berdemonstrasi tiap hari sejak presiden itu diterbangkan ke Kosta Rika, dan bentrokan sporadis meletus antara militer dan demonstran. Sejumlah orang tak pasti telah terluka dan ditahan.

Sementara itu, Uskup Agung Tegucigalpa Kardinal Oscar Rodrigues membacakan pesan dari Konferensi Uskup Honduras, Sabtu, yang meminta Zelaya untuk tidak datang. "Pada hari-hari pelantikan anda, anda dengan jelas mengutip ketiga firman hukum Tuhan: untuk tidak berbohong, untuk tidak mencuri, untuk tidak membunuh. Kami pikir bahwa kepulangan ke negara ini pada saat ini dapat memicu pertumpahan darah besar-besaran," Kardinal Oscar Rodriguez mengatakan.
   
"Pada hari ini tidak ada orang Honduras yang tewas. Silakan pikir, karena setelah itu akan sangat terlambat," ia menambahkan.
   
Presiden Equador Rafael Correa mengakui Sabtu bahwa kepulangan Zelaya ke Honduras melibatkan "risiko, tetapi bersikeras ia akan menyertai presiden yang dipecat itu.

Sumber :
Ant