CANCUN, KOMPAS.com
Hal itu disampaikan ketua WHO Dr Margaret Chan saat membuka pertemuan para pakar untuk memerangi flu H1N1 di Cancun, Meksiko.
”Sebagaimana kita lihat hari ini, lebih dari 100 negara telah melaporkan kasus-kasus virus ini. Maka sekali virus pandemi itu muncul, penyebaran internasionalnya sulit dihentikan,” ungkapnya.
Meskipun demikian, dia menjelaskan, sebagian besar kasus H1N1 berdampak ringan terhadap manusia, banyak orang bisa sembuh tanpa bantuan khusus.
Pada pertemuan itu, Inggris memproyeksikan lebih dari 100.000 kasus baru H1N1 per hari pada akhir musim panas nanti.
Sedangkan dari Jepang, beberapa waktu sebelumnya, mutasi genetis virus H1N1 telah membuat virus itu resisten terhadap obat anti-viral Tamiflu. Hal itu merupakan laporan kedua kasus mengenai Tamiflu yang tidak berpengaruh terhadap H1N1 dalam waktu kurang dari sepekan.
Meskipun demikian, kantor berita Kyodo melaporkan, Kamis (2/7), pasien perempuan dari Osaka Prefecture itu akhirnya bisa sembuh setelah diberi Relenza, alternatif untuk pengobatan flu.
Dr Chan menambahkan, meski pada banyak kasus dampak serangan H1N1 cukup ringan, terdapat pengecualian untuk perempuan hamil dan orang-orang yang mengalami masalah kesehatan. Mereka berisiko tinggi karena kemungkinan komplikasi dari virus itu, sehingga harus diawasi ketat jika sakit. Masyarakat perlu tahu kapan mereka perlu dirawat.


