KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Korut Mungkin Tembakkan Rudal Lagi
Sabtu, 4 Juli 2009 | 05:42 WIB
AP Photo/Lee Jin-man
Seorang warga Korea Selatan menonton televisi di sebuah stasiun kereta Seoul, Kamis (2/7), menayangkan gambar Korea Utara tengah melontarkan peluru kendali. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, Korut telah meluncurkan dua rudal jarak pendek pada Kamis siang. Sebuah tindakan yang semakin menambah ketegangan situasi di semenanjung Korea.
TERKAIT:

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan memperingatkan bahwa Korea Utara mungkin akan menembakkan lebih banyak rudal dalam beberapa hari ke depan. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jumat (3/7), menyatakan, memonitor dari dekat tempat-tempat militer Korea Utara karena adanya kemungkinan itu.

”Hujan atau cerah, kami mengawasi Korea Utara 24 jam sehari,” kata pejabat urusan publik pada Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel).

Sehari sebelumnya, Korea Utara (Korut) meluncurkan empat rudal jarak pendek dalam waktu empat jam. Rudal-rudal itu meluncur sejauh 100 kilometer lalu jatuh ke laut. Amerika Serikat dan Jepang menyebut langkah Korut itu provokatif.

Korsel memandang peluncuran rudal jarak pendek itu sebagai bagian dari latihan militer rutin dan tidak menyebabkan ancaman signifikan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Won Tae-je, mengatakan, Korut tampaknya mencoba memprovokasi Korsel.

”Kami yakin peluncuran rudal dilakukan dalam kaitan dengan hubungan antar-Korea. Kecuali rudal itu jarak menengah atau jarak jauh, kami yakin itu ditujukan bagi Korsel,” kata Won seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Spekulasi kini mencuat tentang peluncuran rudal jarak jauh ke wilayah AS di Hawaii saat Hari Kemerdekaan, 4 Juli ini. Akan tetapi, Won mengatakan, laporan media bahwa Korut akan meluncurkan rudal jarak menengah atau jarak jauh pada 4 Juli adalah spekulasi belaka.

Sejumlah pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan, tidak ada indikasi bahwa Korut siap meluncurkan rudal balistik jarak jauh dan tidak ada ancaman bagi AS. AS telah memperkuat pertahanan rudal menyusul munculnya laporan di media Jepang, Juni lalu, bahwa Korut mungkin akan meluncurkan rudal jarak jauh ke Hawaii pada Juli.

Pada 4 Juli 2006, Korut pernah menembakkan serangkaian rudal, termasuk rudal jarak jauh Taepodong-2 yang meledak dan jatuh di lautan. Di Washington, juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan, tindakan provokatif Korut diperkirakan terus berlanjut, tetapi Korut mulai merasakan dampak sanksi dan tekanan yang dijatuhkan atas negara itu.

”Jelas sanksi itu mulai berdampak. Tampaknya sudah ada perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir terkait tindakan Korut,” kata Gibbs tanpa merinci lebih jauh.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa dikeluarkan setelah Korut menguji coba rudal kedua pada 25 Mei. (ap/afp/fro)

Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.