KUALA KAPUAS, KOMPAS.com — Penyakit campak melanda tiga desa di Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebanyak 27 warga terkena penyakit tersebut, salah satu penderitanya seorang anak berumur di bawah lima tahun.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, di Kuala Kapuas, Jumat, tiga desa yang terserang penyakit tersebut yakni Desa Hampatung 20 orang penderita, Desa Dahirang tiga orang, dan Desa Barimba empat orang.
Penderita terbanyak di bawah umur 15 tahun dengan jumlah 15 orang dan sisanya berumur di atas 15 tahun ada 12 orang penderita.
Sebagian besar para penderita penyakit ini adalah warga yang sudah diimunisasi sebanyak 20 orang, yang tidak diimunisasi sebanyak 3 orang, dan tidak jelas sebanyak 4 orang.
Sementara seorang penderita di bawah umur satu tahun ditemukan di Desa Hampatung dan tidak pernah diimunisasi.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hj Rusmiati A mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga yang terserang penyakit ini dan dari puskesmas pada 20 Juni 2009.
"Mendapat laporan itu kita langsung melakukan invetigasi, dan berupaya melakukan pencegahan," katanya.
Penyakit campak melanda Desa Hampatung di mulai 10 Juni yang lalu, sedangkan di Desa Dahirang dan Barimba dimulai 17 Juni 2009 dan dinyatakan kejadian luar biasa (KLB).
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel darah seluruh penderita untuk diteliti guna memastikan lebih lanjut penyakit yang diderita oleh sejumlah warga tersebut.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap penyebaran penyakit ini dan berupaya memberikan pengobatan dan melakukan imunisasi terhadap anak-anak sekolah.
Hal serupa pernah dialami warga Desa Terusan, Kecamatan Selat, pada 2007 lalu. Pada saat itu jumlah penderita campak sebanyak 42 orang dan berhasil diobati.
Campak adalah penyakit yang sangat menular pada masa anak-anak dan juga menyerang orang dewasa.
Gejala-gejala campak cukup menakutkan dan anak-anak yang kurang gizi mudah terserang komplikasi yang fatal.
Penyebab penyakit ini adalah infeksi virus rubeola yang kemudian ditularkan lewat batuk, bersin, dan tangan yang kotor oleh cairan hidung.
Gejalanya antara lain demam tinggi, paling tinggi dicapai setelah empat hari, bintik putih pada bagian dalam pipi di sebelah depan gigi premolar. Kemudian mata merah, berair, tenggorokan sakit, pilek, batuk yang khas kering, dan keras.
Pada beberapa anak terdapat muntah-muntah dan diare, bintik yang khas ini muncul di belakang telinga, menyebar ke muka kemudian ke seluruh badan.
Wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dampak terburuk penyakit ini kalau dibiarkan mengakibatkan penderita dapat meninggal dunia.
