KOMPAS.com - Pesawat Air France dengan nomor penerbangan 447 tidak hancur di udara seperti yang diduga sebelumnya tetapi jatuh ke lautan secara vertikal. Ketua penyidik kecelakaan Alain Bouillard menjelaskan pesawat itu menghantam lautan dalam posisi vertikal dan hancur berkeping-keping.
Alain Bouillard juga menyebut sensor kecepatan pesawat bukan sebagai penyebab utama kecelakaan. Indikasi awal mengisyaratkan sensor pesawat membeku sehingga mengakibatkan pesawat bergerak lambat. Namun, Bouillard menjelaskan masalah ini bukan menjadi satu-satunya faktor kecelakaan.
"Masalah itu bisa menjadi salah satu faktor pemicu tetapi bukan penyebab kecelakaan," ujarnya. Dalam sebuah keterangan pers di Paris, Bouillard menjelaskan: "Saat ini kami masih jauh dari penetapan penyebab kecelakaan. "
Beberapa penyidik juga mendapati pelampung pada puing-puing pesawat tidak mengembang. Seluruh 228 orang di pesawat Air France yang jatuh ke Samudra Atlantik saat tengah dalam perjalanan dari Brazil menuju Paris itu tewas. Pencarian kotak hitam pesawat Airbus A330 ini akan diperpanjang selama sepuluh hari hingga 10 Juli.


