Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:47 WIB
Seorang Warga Pondok Indah Terinfeksi Flu Babi
Neli Triana | Kamis, 2 Juli 2009 | 07:57 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Bogor, Jabar, menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang babi di Tajurhalang, Rabu (29/4). Kegiatan ini untuk mencegah terjadinya penyebaran flu babi (H1N1) yang telah mengakibatkan ratusan orang meninggal di Meksiko.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Pondok Indah, Jakarta Selatan, berinisial AM (22), positif tertular virus H1N1. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Togi Asman, Rabu (1/7), menyatakan, AM sudah dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara, sejak 26 Juni.

Menurut Direktur Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Sardikin Giriputro, kondisi AM sudah membaik. Demamnya sudah turun. Namun, AM belum diperbolehkan pulang karena serangkaian tes masih harus dilalui untuk memastikan virus yang ada di tubuhnya tidak potensial lagi menularkan penyakit.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, AM adalah mahasiswa dan tengah menuntut ilmu di Australia. Pada 24 Juni, AM pulang ke Indonesia. Namun, penyakit AM tidak teridentifikasi saat kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta. Baru pada 25 Juni, AM merasa sakit dan demam.

”Sehari setelah merasa sakit, yaitu pada hari Jumat, AM dibawa orangtuanya ke Rumah Sakit Pondok Indah. Di rumah sakit ini, AM diperiksa dan dinyatakan diduga terjangkit A-H1N1. Oleh pihak rumah sakit, AM langsung dirujuk ke RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso hari itu juga,” kata Togi.

Setelah hampir sepekan dirawat di RS Sulianti Saroso, kata Togi, kondisi AM kini cenderung stabil.

Untuk mencegah penularan, sesuai instruksi dari Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi dan sesuai prosedur yang ditetapkan Departemen Kesehatan, kata Togi, pihaknya telah melakukan beberapa upaya pencegahan. ”Begitu dinyatakan sebagai pasien terduga A-H1N1, orangtua pasien sudah berinisiatif meminta tamiflu di Puskemas Kebayoran Lama. Selain memeriksa kesehatan orangtuanya, kami juga telah memeriksa tiga orang pembantu di rumah tersebut.

Sampai saat ini, belum ada yang tertular. Dari hasil penelusuran kami, pasien juga belum melakukan kontak dengan orang lain selain yang ada di rumahnya,” kata Togi.

Terkait kesiapan pemerintah menghadapi ancaman penularan flu, Togi mengatakan, telah disediakan 10.000 tablet tamiflu yang disebar di setiap puskesmas dan rumah sakit.

Di puskesmas dan rumah sakit, kata Togi, jika menerima pasien terduga terinfeksi virus H1N1, para petugasnya akan segera menanyakan keberadaan pasien sebelumnya. Beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada pasien, antara lain, baru saja datang dari negara mana dan riwayat kesehatan, termasuk kemungkinan kontak dengan pasien penderita influenza A-H1N1.

Apabila dari hasil penyelidikan ini menunjukkan tanda-tanda positif, pasien akan segera dirujuk ke RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.