Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:02 WIB
Tiga Puluh Menit, AS dan Korsel Bicarakan Korut
Josephus Primus | Jumat, 26 Juni 2009 | 17:25 WIB
|
Share:

SEOUL, KOMPAS.com — Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, Jumat (26/6), menggelar perundingan keamanan tingkat tinggi di tengah-tengah meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh uji coba nuklir Korea Utara, kata pejabat.
   
Pertemuan antara wakil menteri pertahanan Amerika Serikat Michele Flournoy dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Sang-Hee berlangsung sekitar 30 menit, menurut kantor Lee.
   
Korea Utara menjadi agenda utama pertemuan itu, kata juru bicara kementerian pertahanan. Namun, ia menolak memberikan detail lebih lanjut.
   
Korea Utara telah membuat dunia internasional waspada dengan berjanji untuk membangun lebih banyak bom nuklir setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan sanksi baru terhadap negara tertutup itu karena melakukan uji coba nuklir kedua dan meluncurkan misil bulan lalu.
   
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui embargo persenjataan dan pemeriksaan terhadap kapal-kapal Korea Utara yang diyakini membawa senjata pemusnah massal.
   
Perjalanan Flourney ke Asia, yang juga meliputi Beijing dan Tokyo, dilakukan setelah kapal perusak Angkatan Laut AS melacak kapal Korea Utara yang diduga membawa barang-barang yang dilarang.
   
Pejabat AS telah mengatakan bahwa kapal itu, Kang Nam 1, telah dilacak oleh kapal perusak USS John S McCain berdasarkan sanksi PBB dan dimungkinkan menuju Myanmar.
   
Jaringan Berita Televisi Korea Selatan YTN, mengutip sumber tanpa nama dari intelejen, Minggu, melaporkan bahwa kapal itu diduga membawa misil atau perlengkapan yang terkait dengannya dan sedang menuju Myanmar melalui Singapura.
   
Departemen Pertahanan AS telah mengatakan bahwa kapal itu masih diawasi, tetapi menolak untuk memberikan lokasi atau mengatakan jika atau kapan Angkatan Laut AS diminta untuk mencari itu.
   
Korea Utara telah bereaksi menantang sanksi baru itu. Rodong Sinmun, sebuah harian milik partai komunis yang memerintah, Kamis, memperingatkan bahwa "awan gelap perang nuklir" menyelimuti semenanjung. Ia mengatakan bahwa Pyongyang akan memperkuat persenjataan nuklirnya.

Sumber :
Ant