NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia melonjak di atas 70 dollar AS per barrel saat pemerintah AS menyampaikan kemungkinan kondisi ekonomi membaik dari yang diduga semula. Dalam laporan revisi produk domestik bruto kuartal pertama, Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan tahunan sebesar 5,5 persen pada periode Januari hingga Maret atau lebih rendah dari 5,7 persen seperti dilaporkan bulan lalu.
Lambannya pertumbuhan ekonomi telah memangkas permintaan bahan bakar saat sejumlah pabrik berhenti beroperasi dan semakin sedikit karyawan bekerja. Namun, pertumbuhan ekonomiv itu diperkirakan menyusut dalam langkah yang lebih lambat pada kuartal yang berjalan. Memanasnya suhu ketegangan politik di produsen minyak seperti Iran dan Nigeria telah berperan dalam mendongkrak harga minyak mentah.
Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk Agustus naik 1,55 dollar AS menjadi 70,22 dollar AS per barrel di bursa komoditas New York Mercantile Exchange. Di London, kontrak pengiriman minyak mentah Brent naik 1,87 menjadi 70,20 dollar AS per barrel di bursa komoditas ICE Futures.
Nilai dollar AS kembali memainkan peran menentukan pada harga minyak mentah. Harga minyak mentah merosot setelah menembus 73 dollar AS per barrel awal bulan ini saat nilai dollar AS menguat.


