TEHERAN, KOMPAS.com — Badan pemilu tertinggi Iran, Dewan Garda, memutuskan tidak ada kecurangan dalam pemilu Iran 12 Juni dan memastikan tidak ada pilpres ulang. Demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran, Selasa (23/6), mengutip seorang juru bicara Dewan Garda.
Pengumuman ini disampaikan sehari setelah Dewan Garda mengakui adanya pemilu yang tidak sesuai aturan di 50 distrik, termasuk adanya penghitungan suara yang melebihi jumlah pemilih.
Namun, Dewan Garda mengatakan, masalah itu tidak meluas untuk memengaruhi hasil pemilu. Pekan lalu, Dewan Garda setuju untuk menyelidiki dugaan kecurangan yang disampaikan capres kalah, Mir Hossein Mousavi. "Dewan tidak menemukan banyak kecurangan dalam pemilu. Oleh karena itu, tidak ada kemungkinan pembatalan (hasil pemilu)," kata juru bicara Dewan Garda, Abbas Ali Kadkhodaei, kepada Press TV.
Para pendukung kelompok oposisi menuduh terjadi kecurangan sistematis dan menuntut pilpres ulang dalam demo besar-besaran hampir setiap hari. Mereka menolak kemenangan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Namun, dengan keputusan Dewan Garda tersebut, pemerintah Iran dipastikan menutup pintu kompromi. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga telah mengakui kemenangan Ahmadinejad dan memerintahkan demonstran menghentikan aksi. Hari Senin, Garda Revolusi (pasukan elite yang didirikan setelah Revolusi 1979) mengancam bertindak keras jika aksi demo tetap dilakukan.
Aksi demo sejak 13 Juni telah menelan korban sedikitnya 17 jiwa memicu keprihatinan dunia internasional. Di New York, Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta Iran menghentikan berbagai bentuk penangkapan dan ancaman menggunakan kekerasan.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

