PARIS, KOMPAS.com — Misteri jatuhnya pesawat Air France bernomor penerbangan AF 447 pada Senin (1/6) sedikit lagi terkuak. Pihak penyelidik pesawat naas yang terjerembap ke Samudera Atlantik bersama 228 penumpangnya itu mengemukakan hal tersebut pada Rabu (17/6). "Sedikit lagi kami akan menemukan penyebabnya," kata Direktur Bureau d'Enquetes et D'Analyses (BEA) Paul-Louis Arslanian tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Arslanian menambahkan belum ada kepastian pula terkait upaya penemuan seluruh jasad korban. Hingga kini, menurut pihak penyelidik dari Brasilia, tim sudah menemukan 50 jenazah penumpang.
Pesawat jenis Airbus A330-200 itu jatuh ke laut tatkala cuaca buruk melanda jalur perjalanan dari Rio de Janeiro menuju Bandar Udara Charles de Gaulle di Paris.
Lokasi pasti jatuhnya pesawat tersebut, sampai kini, belum dapat dipastikan. Soalnya, gerakan ombak lautan telah memperlebar jarak temuan reruntuhan. Tim melakukan pencarian di kawasan seluas 19.000 kilometer persegi atau setara dengan 7.720 mil persegi.


