Rabu, 17 September 2014

News / Edukasi

66 Siswa Ikuti Lomba Pidato Bahasa Mandarin

Selasa, 16 Juni 2009 | 14:57 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com — Sebanyak 66 siswa di Kabupaten Lamongan mengikuti lomba pidato Bahasa Mandarin yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Selasa (16/6).

Peserta lomba terdiri dari 28 siswa SD/MI, 14 siswa SMP, dan 24 SMK/SMA. Peserta berpidato tanpa teks dan sebagian kecil yang membaca teks. Penilaian meliputi pelafalan, penampilan, dan teks pidato. Namun, 60 persen ditentukan ketepatan pelafalan dan kejelasan nada.

Pidato mereka dinilai Ahmad Tantowi dari SMAN 2 Lamongan, Narfi Mayasari (SMAN Paciran), Fahril (SMKN 1 Lamongan), dan guru Bahasa Mandarin SMAN 2 Lamongan Wang Kai Rui.

Bupati Lamongan Masfuk menyatakan, yang mau belajar Bahasa Mandarin tidak keliru. Lamongan sebagai kota santri juga harus terbuka dengan persaingan global. Bahasa Mandarin sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Perekonomian terus berkembang kebutuhan pasar kerja mensyaratkan kemampuan Bahasa Mandarin.

"Kemampuan Bahasa Mandarin merupakan investasi keunggulan kompetitif dan kemampuan siswa Lamongan. Manfaatnya bisa dirasakan dalam dunia kerja. Krisis global menyebabkan Singapura kolaps namun China dan India masih bertahan," kata Masfuk.

Menurut dia, yang mengkritik pembelajaran Bahasa Mandarin berpikir primitif. Ke depan, kebutuhan Bahasa Mandarin tidak bisa dibendung seperti halnya televisi dan internet yang tidak bisa direm. "Yang perlu diingat, empat dari sembilan Wali Songo merupakan keturunan Tionghoa," katanya.


Editor :