Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:24 WIB
PM Israel Hancurkan Peluang Damai
Tri Mulyono | Selasa, 16 Juni 2009 | 13:54 WIB
|
Share:

AP Photo/Amr Nabil
Presiden Mesir Hosni Mubarak (kanan) bertemu mantan Presiden AS Jimmy Carter di Istana Kepresidenan Mesir, Cairo, Mesir, Kamis (17/4). Upaya Carter ini mencoba mencairkan kebekuan perundingan perdamaian Israel-Palestina.

TERKAIT:

KAIRO, KOMPAS.com — Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan tuntutan Israel agar Palestina menerima kehadiran Israel, sebagai sebuah negara Yahudi, telah menghancurkan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.

Tuntutan itu merupakan satu dari sejumlah syarat yang dibuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat dia mendukung pembentukan negara Palestina untuk pertama kalinya. Netanyahu juga menuntut negara Palestina tanpa militer.

Palestina telah menolak syarat-syarat Israel ini. Namun, AS menyebut sikap Netanyahu sebagai langkah maju yang penting. Uni Eropa menyatakan pidato Netanyahu merupakan sebuah langkah ke arah yang benar, tetapi tidak cukup untuk memperbaiki hubungan dengan Israel ke level yang lebih tinggi.

Mesir adalah negara Arab pertama yang mengakui keberadaan Israel dan salah satu kunci penengah negosiasi damai Timur Tengah. Mubarak mengatakan, Senin (15/6), dia telah menyatakan pada PM Netanyahu bahwa pembicaraan damai harus dilanjutkan.

"Saya juga katakan kepadanya dengan keras dan jelas bahwa seruan untuk mengakui keberadaan Israel sebagai sebuah negara Yahudi akan membuat kantor berita resmi MENA mengutip Mubarak yang bicara kepada petinggi militer," kata Mubarak. "Saya bahkan mengingatkan bahwa seruan ini tidak akan mendapat respons baik dari Mesir atau negara lain," lanjutnya.

Sumber :