Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:21 WIB
Berlusconi Bahas Skandal dengan Obama
Jimmy Hitipeuw | Senin, 15 Juni 2009 | 16:22 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengikuti pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama di Washington, Senin (15/6). Berlusconi menggunakan kesempatan pertemuannya dengan Obama untuk merehabilitasi reputasi internasionalnya yang tercoreng akibat dikaitkan memiliki hubungan khusus dengan seorang perempuan berusia 18 tahun.

Sementara Obama berupaya mencari persamaan kedua negara untuk meningkatkan upaya pemulihan ekonomi menjelang berlangsungnya KTT negara industri maju G-8 yang akan dijamu oleh Italia, Juli. Kedua pemimpin negara digambarkan sebagai tokoh yang kontras satu dengan yang lainnya.

Berlusconi yang dikenal sebagai taipan media dan salah satu orang terkaya di Italia telah terjerat baik oleh tuduhan kriminal, konflik kepentingan, skandal maupun tindakan tidak pantas yang mengundang kecaman internasional. Namun, kecaman internasional itu tidak berdampak besar terhadap popularitas Berlusconi yang tinggi di dalam negeri.

Sementara Obama dikenal sebagai presiden yang muda, dinamis, dan tidak tercoreng citranya karena dikenal sebagai sosok yang mempertahankan keharmonisan rumah tangga selain pengendalian diri fenomenalnya sehingga beredar luas sebutan, "No Drama Obama." Obama sangat dikagumi di luar negeri terutama di Eropa Barat.

Pertemuan ini dinilai penting bagi Berlusconi yang berupaya menjalin keeratan hubungan pribadi dengan Obama. Berlusconi juga ingin menunjukkan ke warga Italia dan dunia bahwa ia adalah seorang negarawan yang mampu menekankan kepentingan negaranya terhadap AS dan negara-negara G-8 lainnya.

Kunjungan Berlusconi ke Washington berlangsung di tengah dugaan dari istri Perdana Menteri Italia itu bahwa pria berusia 72 tahun ini menjalin hubungan dengan Noemi Letizia yang baru berusia 18 tahun. Veronica Lario menjelaskan, kehadiran Berlusconi di acara ulang tahun Letizia sebagai alasan baginya untuk mengajukan cerai.

Berlusconi membantah terdapat hubungan yang tidak pantas antara dirinya dengan Letizia yang disebut sebagai putri dari seorang sahabat lama dari lingkaran politik. Berlusconi menerangkan telah dijadikan korban dari kampanye negatif oleh kalangan oposisi menjelang pemilihan Parlemen Eropa akhir pekan lalu. Namun, skandal itu tidak berdampak terhadap karier politik Berlusconi di Italia saat Partai Kebebasan Rakyat pimpinannya memenangkan pemilihan Parlemen Eropa dengan menyisihkan suara Partai Demokrat yang berhaluan kiri-tengah.

Sumber :
AP