BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Onis (39), seorang buruh migran asal Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Hanya saja, keluarga menyangsikan penyebab resmi yang dikeluarkan Konsulat Jenderal RI tersebut.
Dalam surat Konjen RI di Kuching, Malaysia tertanggal 3 Juni 2009, dikabarkan kalau pihak Konjen mendapat pemberitahuan dari pihak kepolisian Sibu, Sarawak, bahwa Onis bunuh diri di rumah majikannya pada tanggal 26 Mei 2009. Saat ini, jenazahnya masih ada di Rumah Sakit Sibu guna menjalani pemeriksaan dari pihak kepolisian.
Ayah angkat Onis bernama Dindin Holidin (60) menjelaskan, dia menerima surat yang ditandatangani Konsul bernama Joko Suprapto dengan rasa tidak percaya. Pasalnya, tiga bulan sebelum meninggal, Onis sempat bersurat kepada keluarga dan mengabarkan kalau kondisinya baik-baik saja.
"Dia bercerita kalau majikannya yang berusia lanjut memperlakukan dia dengan baik," ujar Dindin menirukan isi surat.
Onis berangkat bekerja sejak 7 bulan lalu untuk mengadu nasib ke Malaysia. Tujuannya membantu ekonomi keluarga. Hanya saja, memang belum ada uang yang sempat dikirimkan.
Sebelumnya diberitakan, Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.

