Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:28 WIB
AS Belum Akui Kemenangan Ahmadinejad
Tri Mulyono | Minggu, 14 Juni 2009 | 06:03 WIB
|
Share:

AP PHOTO
Aparat keamanan Iran turun ke jalan mengamankan kerusuhan pascakemenangan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

TERKAIT:

NIAGARA FALLS,KOMPAS.com-Pemerintah AS belum mengakui kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dan menduga ada kecurangan dalam pemilihan presiden Iran.

"Kami sedang mencermati situasi yang terjadi di Iran, tetapi kami, seperti dunia lain, menunggu dan melihat apa yang akan diputuskan rakyat Iran," kata Menlu AS Hillary Rodham Clinton dalam konferensi pers bersama Menlu Kanada Lawrence Cannon, Sabtu (13/6).

Beberapa menit setelah pidato Hillary, Gedung Putih merilis pernyataan, "Menghargai debat seru dan antusiasme pemilu kali ini, khususnya di antara kaum muda Iran, tetapi kami mengungkapkan keprihatinan tentang laporan-laporan tidak sesuai aturan."

Baik Hillary maupun Gedung Putih tidak menyebutkan nama Ahmadinejad atau rivalnya, Mir Hossein Mousavi atau mengakui deklarasi kemenangan yang disampaikan Ahmadinejad.

Komisi Pemilihan Umum Iran menyatakan Ahmadinejad terpilih kembali dengan perolehan 62,6 persen suara. Ahmadinejad pun meminta semua pihak menghormati hasil pemilu. Tetapi, Mousavi, mantan perdana menteri Iran yang menjadi pahlawan bagi kelompok perjuangan kebebasan itu menolak hasil pemilu. Mousavi menuduh terjadi kecurangan dalam pemilu, Jumat. Para pendukungnya turun ke jalan-jalan di Teheran memprotes hasil pemilu dan sempat terjadi kerusuhan.

Sumber :
AP