PYONGYANG, KOMPAS.com — Pihak Korea Utara mengatakan, Sabtu (13/6), akan menjadikan stok plutoniumnya sebagai senjata. Menurut Pyongyang, kebijakan ini diambil sebagai jawaban atas rencana sanksi yang diberikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejauh ini, pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut itu disampaikan melalui media pemerintah, KCNA.
Hingga kini, negara-negara yang ikut ambil bagian dalam perundingan membahas nuklir Korea Utara memang masih berembuk untuk rencana penetapan sanksi dimaksud.

