ABUJA, KOMPAS.com - Sebuah kelompok militan Nigeria menyatakan telah membebaskan seorang pekerja minyak Inggris yang disandera selama sembilan bulan di kawasan sungai Delta Niger. Gerakan bagi Emansipasi Delta Niger (MEND) mengatakan, Matthew Maguire telah diserahkan kepada pihak bewenang di kota minyak Port Harcourt di Negara Bagian Rivers, Nigeria.
"MEND bisa mengkonfirmasi bahwa Matthew Maguire telah diserahkan kepada para pejabat pemerintah Nigeria di sebuah tempat pertemuan yang dirahasiakan," kata kelompok militan itu dalam sebuah pernyataan. Dua sumber - seorang pejabat keamanan swasta dan seorang kedua yang mengetahui negosiasi - memberikan kepastian bahwa warga Inggris itu telah dibebaskan.
Maguire termasuk diantara lebih dari 20 orang yang ditangkap ketika kapal minyak mereka dibajak pada 9 september di Delta Niger, daerah industri minyak dan gas terbesar Afrika. Semua orang itu, kecuali Maguire, dibebaskan beberapa bulan lalu.
Warga Inggris itu diyakini menjadi sandera terlama MEND sejak kelompok tersebut melancarkan operasi kekerasan terhadap sektor perminyakan tiga tahun lalu. Kelompok MEND mengakhiri gencatan senjata pada 31 Januari setelah serangan militer terhadap salah satu kamp mereka di Delta Niger, dan memperingatkan mengenai serangan besar-besaran terhadap industri minyak.
MEND mengumumkan gencatan senjata pada September namun berulang kali mengancam akan memulai lagi serangan jika "diprovokasi" oleh militer Nigeria.
Militer Nigeria memulai ofensif terbesar dalam beberapa tahun ini pada pertengahan Mei, dengan membom kamp-kamp militan di sekitar Warri di negara bagian Delta dari udara dan laut dan mengirim tiga batalyon pasukan untuk menumpas pemberontak yang diyakini telah melarikan diri ke daerah-daerah sekitar.
Militer menyatakan tidak bisa berpangku tangan lagi setelah serangan-serangan terhadap pasukan, pemboman pipa minyak dan pembajakan kapal minyak, yang semuanya membuat Nigeria gagal mencapai produksi penuhnya selama beberapa tahun ini. Kekerasan melanda negara Afrika tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini.
Keadaan tidak aman di Delta Niger, daerah penghasil minyak Nigeria, telah membuat produksi minyak Nigeria berkurang hingga seperlima sejak awal 2006.
Keamanan di Delta Niger memburuk secara dramatis pada awal 2006 ketika militan, yang menyatakan berjuang untuk mencapai kendali lokal lebih besar atas kekayaan minyak di wilayah yang berpenduduk miskin itu, mulai meledakkan pipa-pipa minyak dan menculik pekerja asing.
Kelompok gerilya MEND pada 14 Januari mengancam akan mengakhiri gencatan senjata dengan menyerang militer setelah seorang pemimpin geng tewas dibunuh oleh pasukan sehari sebelumnya. MEND mengumumkan gencatan senjata pada 21 September tahun lalu setelah serangan-serangan sepekan terhadap fasilitas industri minyak setelah peluncuran "perang minyak" yang dimaksudkan untuk membalas serangan militer terhadap posisi-posisi mereka.
Geng-geng kriminal juga memanfaatkan keadaan kacau dalam penegakan hukum dan ketertiban di wilayah itu. Lebih dari 200 warga asing diculik di kawasan delta tersebut dalam dua tahun terakhir. Hampir semuanya dari orang-orang itu dibebaskan tanpa cedera.
Nigeria adalah produsen minyak terbesar Afrika namun posisi tersebut kemudian digantikan oleh Angola pada April tahun lalu, menurut Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).


