GARUT, KOMPAS.com - Keluarga Siti Hajar, tenaga kerja wanita asal Kampung Lio Wetan, Desa Limbangan Barat, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang disiksa majikannya di Malaysia merasa trauma dengan kejadian yang menimpa Siti Hajar. Jika Siti Hajar sudah tiba di Garut besar kemungkinan keluarga tidak akan mengizinkan anak ketiga dari 4 bersaudara itu kembali bekerja ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga meskipun kondisi ekonomi pas-pasan.
"Kami sekeluarga trauma dengan kejadian ini. Kalau Siti harus berangkat lagi ke luar negeri bekerja menjadi pembantu kemungkinan tidak akan kami izinkan. Lebih baik mencari uang di kampung saja walaupun hasilnya pas-pasan," kata Iah ( 36) salah seorang kakak Siti Hajar, Jumat (12/6).
Menurut Iah, kondisi ekonomi keluarga memaksa Siti Hajar berangkat bekerja sebagai TKW di Malaysia. Kondisi ibu Siti, Edeh (alm) yang sakit-sakitan, kebutuhan memperbaiki rumah, dan keperluan menyekolahkan anaknya membuat Siti berani mengadu nasib ke negeri jiran.
Sebenarnya, kata Iah, Siti sudah berangkat ke Malaysia dua kali. Pertama sekitar tahun 2000. Saat itu, Siti bekerja di Johor, Malaysia. Selama lebih kurang dua tahun bekerja tidak ada masalah yang menimpa Siti. Bahkan, majikannya sangat baik terhadap Siti.
"Tapi majikan yang sekarang malah kejam, menyiksa Siti selama tiga tahun. Siti orangnya baik tapi kok nasibnya jelek, kasihan dia. Sampai sekarang Siti juga belum tahu kalau ibunya sudah meninggal dua tahun lalu," kata Iah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Elka Nurhakimah mengatakan, Pemkab Garut berencana memberikan terapi mental dan spiritual bagi Siti sepulangnya nanti ke Garut. Hal serupa dilakukan juga kepada sekitar 17 TKW asal Garut yang mengalami nasib serupa dengan Siti. "Pemberian konseling pascatrauma kepada Siti sudah kami pikirkan," ujarnya.
Untuk terapi ini beberapa lembaga akan dilibatkan misalnya Departemen Agama untuk bimbingan spiritual. Selain itu, apabila TKW yang bersangkutan ingin bekerja lagi maka akan diarahkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kepala Bagian Informatika Pemkab Garut Dik Dik Hendrajaya, menambahkan, Gupati garut Aceng Fikri berencana menjemput Siti Hajar di bandara dan mengantarkannya pulang ke Limbangan.

