BANNU, KOMPAS.com - Polisi di Bannu, sebuah kota di Provinsi Perbatasan Barat Laut dekat pangkalan gerilyawan di Waziristan Utara di perbatasan Afganistan, mengatakan militer menembakkan artileri sepanjang Kamis (11/6) malam ke posisi-posisi gerilyawan di daerah Jani Kheil.
Sejak mata hari terbit, helikopter-helikopter tempur juga digunakan dalam serangan itu. "Ada laporan-laporan tentang korban di pihak gerilyawan tetapi kami tidak tahu jumlahnya," kata perwira polisi Sami Ullah.
Lebih dari 130 gerilyawan tewas dalam pertempuran dekat Bannu pekan ini sampai Kamis, kata para perwira militer dan seorang pejabat senior sipil di daerah itu.
Perkiraan korban dari pihak independen menyangkut pertempuran di Bannu dan daerah-daerah lainnya wilayah timur laut itu tidak bisa diperoleh.
Helikopter-helikopter tempur juga menyerang para gerilyawan di daerah-daerah Bajaur dan Mohmand di perbatasan Afganistan, ke duanya di utara kota Peshawar, kata para pejabat militer dan penduduk. "Operasi di Swat telah memasuki tahap akhir dan pasukan terlibat kontak senjata di berbagai tempat dengan para gerilyawan untuk mencegah mereka pergi ke Swat dan menghancurkan jaringan mereka," kata Mahmood Shah, mantan kepala keamanan di daerah-daerah suku Pashtun.
Dewan Perwakilan Rakyat AS melipattigakan bantuan kepada Pakistan menjadi sekitar 1,5 miliar dollar AS untuk lima tahun ke depan dalam satu bagian penting satu strategi untuk memerangi terorisme dengan pembangunan ekonomi dan sosial. Dana itu termasuk untuk sekolah-sekolah, sistem pengadilan, parlemen dan badan penegak hukum.
Pertempuran di Swat dan bagian-bagian lain wilayah barat laut itu menyebabkan sekitar 2,5 juta orang terlantar dan para pejabat kemanusiaan menyerukan kepada donor-donor untuk meningkatkan bantuan mereka.

