Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 23:41 WIB
Pasukan Afganistan Tewaskan 30 Gerilyawan Taliban
Josephus Primus | Rabu, 10 Juni 2009 | 18:28 WIB
|
Share:

KANDAHAR, KOMPAS.com — Pasukan menewaskan 30 gerilyawan Taliban dalam satu operasi untuk membersihkan kelompok itu dari daerah-daerah Afganistan yang rusuh menjelang pemilu 20 Agustus. Demikian dikatakan seorang komandan polisi, Rabu (10/6).
    
Pasukan keamanan Afganistan dan internasional melakukan operasi di sejumlah daerah rawan gerilyawan dalam pekan-pekan belakangan ini untuk memungkinkan penduduk Afganistan memberikan suara dalam pemilu presiden dan dewan provinsi-provinsi.
    
Dalam operasi pembersihan yang sedang dilakukan di Provinsi Uruzgan, sekitar 30 gerilyawan tewas dalam tiga hari belakangan ini. Hal itu dikatakan komandan polisi provinsi itu, Juma Gul Himat.
    
"Sejauh ini, 30 gerilyawan Taliban tewas dalam operasi ini, termasuk komandan lokal mereka yang bernama Muhammad Uldin," kata Himat.

"Dua polisi Afganistan juga tewas dan tiga lainnya cedera," tambahnya.
     
Operasi pembersihan itu dipusatkan di distrik rusuh itu dan melibatkan, terutama, polisi Afganistan yang didukung pasukan pimpinan AS. Demikian dikatakannya. "Tujuan operasi ini adalah untuk menciptakan situasi yang aman dan terjamin bagi pemilu presiden mendatang," katanya.
     
Polisi di provinsi tetangga Zabul, Selasa, melaporkan bahwa lebih dari 40 gerilyawan Taliban tewas dalam operasi yang sama di sana.
     
Afganistan selatan dilanda pemberontakan terburuk yang dipimpin Taliban, yang sempat memerintah Afganistan antara tahun 1996 dan 2001.
     
Ada kekhawatiran bahwa serangan-serangan atau ancaman aksi kekerasan dapat membuat para pemilih tidak akan menggunakan hak suara mereka, pemilu presiden yang kedua negara itu, dan satu ujian penting dari usaha-usaha internasional untuk menegakkan demokrasi.
    
Sekutu-sekutu internasional Afganistan menjanjikan pasukan keamanan tambahan untuk membantu mengamankan pelaksanaan pemilu itu, sementara pasukan selama beberapa minggu melakukan operasi-operasi untuk membersihkan gerilyawan di beberapa daerah rawan.

 

Sumber :
Ant