Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 23:41 WIB
Kadin: Penerima KUR Belum Merata
Rosdianah Dewi | Rabu, 10 Juni 2009 | 16:34 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pengunjung melihat beragam kerajinan dan mebel dari berbagai daerah di pusat perbelanjaan Jakarta City Centre, Kamis. Pusat perbelanjaan ini menjadi salah satu media bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mencari peluang pasar bagi produknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari dari 40 juta pengusaha UMKM baru 1 juta yang dapat menikmati Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu menyebabkan pengusaha UMKM di Indonesia tidak bisa berkembang.

 

Demikian yang dikatakan Sandiaga Uno, Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi dan UKM, usai Rapat kerja Teknis Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi Kadin Indonesia, di Jakarta ( 10/6 ).

 

Menurutnya regulasi yang ada menjadi penghambat bagi pengusaha UMKM untuk mendapat KUR. "Pengusaha yang punya kartu kredit atau yang memiliki cicilan motor tidak bisa mengajukan pinjaman. Padahal untuk saat ini, kredit card ataupun mencicil motor bukanlah hal yang mewah lagi," terang dia.

 

Ia menilai bunga KUR yang mencapai 16 persen dan prosedur dari bank yang rumit, juga menjadi penyebab pengusaha UMKM kesulitan mengakses KUR. "Kalau bank ditanya mengapa bunganya sebesar itu, alasan mereka klasik, cost of fund tinggi dan resiko yang mereka tanggung besar," terang dia.

 

Oleh karena itu, kanjutnya akses dan pembenahan implementasi harus yang ditingkatkan. "Selain itu harus ada mata rantai yang diputus, agar bunganya tidak sebesar itu," tegas Shandi.