KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Makin Banyak Jenazah Korban Air France Ditemukan
Rabu, 10 Juni 2009 | 12:38 WIB
(AP/Eraldo Peres)
Personel Angkatan Udara Brasil membawa sesosok jenazah yang ditemukan di samudera Atlantik oleh frigat Angkatan Laut Brasil
TERKAIT:

RECIFE, KOMPAS.com — Tim pencari dari Perancis dan Brasil menemukan lagi jenazah korban jatuhnya pesawat Air France di Samudra Atlantik pekan lalu yang menewaskan semua 228 orang di dalamnya.

Sebanyak 41 mayat kini telah diangkat dari lokasi yang oleh anggota awak Angkatan Laut Brasil disebut sebagai "lautan puing", 1.000 kilometer di lepas pantai timur laut Brasil.

Pencarian kotak hitam dari pesawat Airbus A330 Air France direncanakan mulai, Rabu (10/6), ketika satu kapal selam nuklir Perancis dijadwalkan tiba di daerah itu.

Pencatat suara dan data itu, yang diduga berada pada kedalaman sampai 6.000 meter, diharapkan akan mengungkap mengapa pesawat Air France tersebut jatuh pada 1 Juni, empat jam setelah lepas landas dari Rio de Janeiro menuju Paris.

Serangkaian pesan peringatan yang dikirim secara otomatis oleh pesawat itu menunjukkan catatan kecepatan udara yang berbeda. Sistem elektrik dan navigasi juga tak berfungsi. Pesan tersebut memusatkan dugaan pada sensor kecepatan udara di luar pesawat berupa tabung. Air France dan perusahaan pembuat pesawat Airbus telah mengatakan peralatan itu terganggu pada pesawat lain A330 dan A340.

Ada spekulasi bahwa tabung itu mungkin telah membeku selama badai pada posisi tinggi sehingga pilot Air France menduga-duga seberapa cepat mereka terbang, saat mereka terbang memasuki badai Atlantik yang sangat dahsyat. Kalau pilot menerbangkan pesawat terlalu lambat, pesawat tersebut dapat berhenti dan jatuh, atau kalau mereka menerbangkan Airbus itu terlalu cepat, maka itu dapat mengoyak rangka pesawat. Demikian dikatakan beberapa ahli penerbangan.

Air France telah mempercepat program penggantian sensor dengan jenis baru sejak bencana tersebut. Semua pilotnya menolak menerbangkan pesawat A330 dan A340, kecuali minimal dua alat itu telah diganti.

Lembaga Keselamatan Udara Eropa, Selasa (9/6), bersikeras pesawat jenis Airbus, termasuk A330, aman untuk beroperasi. Namun, mereka menambahkan bahwa sebuah buletin telah dikirim guna mengingatkan perusahaan penerbangan mengenai apa yang harus dilakukan "dalam peristiwa hilangnya, atau tak dapat diandalkannya penunjuk kecepatan".

Bencana pesawat AF 447 Air France itu adalah yang merenggut korban paling banyak dalam 75 tahun sejarah perusahaan penerbangan itu, dan kecelakaan udara terburuk di dunia sejak 2001.

Pemimpin pengawas lalu lintas udara di Brasil, Letnan Kolonel Ramon Cardoso, mengatakan, mayat yang ditemukan dari Samudra Atlantik akan dibawa ke daratan. Sebanyak 16 mayat yang pertama diangkat pada akhir pekan tiba Selasa pagi di Semenanjung Fernando de Noronha, Brasil. Sebanyak 25 mayat lagi berada dalam perjalanan ke kepulauan itu.

Penulis: ONO   |     |   Sumber : ANT,AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.