RECIFE, KOMPAS.com - Air France dan sejumlah maskapai penerbangan lain, Selasa (9/6) memberlakukan penggantian monitor kecepatan armada pesawatnya. Gangguan pada monitor kecepatan diduga menjadi penyebab utama dari serangkaian gangguan yang mengakibatkan kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan 447 di samudera Atlantik.
Petugas pencarian korban Air France kembali menemukan 4 jenazah yang telah ditarik dari perairan lepas pantai Brasil. Total telah 28 jenazah ditemukan atau masih terdapat 200 jenazah lain yang belum berhasil dilacak keberadaannya.
Beberapa tentara dan personel medis yang mengenakan seragam operasi membawa jenazah yang ditemukan Selasa. Empat jenazah ditemukan di sekitar kepulauan Fernando de Noronha dan selanjutnya mayat yang telah dimasukkan ke kantong jenazah itu diterbangkan menuju kota pesisir Recife untuk diidentifikasi dengan tes DNA dan foto.
Peter Goelz, mantan direktur pelaksana National Transportation Safety Board, menjelaskan, identifikasi jenazah dengan melihat posisi tempat duduk di pesawat dan mempelajari cideranya dapat memberikan petunjuk dari penyebab kecelakaan yang terjadi pada 31 Mei itu. Sementara jaringan kepolisian internasional, Interpol, mengirimkan seorang agennya ke Paris untuk membantu proses identifikasi yang dilakukan oleh sebuah tim dari Perancis.
Identifikasi diadakan dengan menggunakan bukti forensik termasuk sidik jari, tato atau catatan susunan gigi jenazah. "Karena korban kecelakaan dalam tragedi tersebut berasal dari beberapa negara maka kolaborasi internasional penting artinya (dalam proses identifikasi)," kata Sekjen Interpol K. Noble.


